Singaraja (Antara Bali) - Sekitar 30 persen dari 3.000 hektare luas areal terumbu karang di perairan laut Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami kerusakan.

"Kerusakan tersebut paling banyak terdapat di wilayah barat kabupaten itu," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali, AAG Alit Sastrawan, di Singaraja, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa terumbu karang yang rusak itu mayoritas berada di kawasan perairan yang cukup arusnya tergolong deras.

Menurut Alit Sastrawan, tingginya intensitas kerusakan tersebut berkaitan erat dengan perilaku manusia di kawasan tersebut.

"Selain arus perairan yang deras, penyebab lain kerusakan adalah sedimentasi, pencemaran, dan pembuangan sampah plastik," katanya.

Ketua Kelompok Nelayan Segara Gunung, Putu Suwardika Oka, di Singaraja, mengemukakan bahwa dulu kawasan Pantai Segara, Pemaron, mengalami kerusakan akibat perilaku penangkapan ikan yang tidak memperhatikan faktor lingkungan.

"Kerusakan terjadi di sepanjang pantai yang mencapai tiga kilometer," katanya seraya menyebutkan kerusakan akibat penangkapan ikan menggunakan bom dan potasium yang berangsur-angsur dapat dihentikan.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026