"Jumlah atlet tersebut akan bertambah terus sejalan dengan cabang olahraga yang hingga kini masih mengikuti kejuaraan yang berkaitan dengan babak pra-PON," kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Drs Made Nariana di Denpasar, Senin.
Para atlet tersebut sebanyak 21 orang diantaranya dari cabang atletik. Dari andalan Bali di cabang olahraga ini tercatat Maria Natalia Londa yang menyebet emas pada kejuaraan lalu, Nicolas Da Sila meraih perak di nomor lari 5.000 meter dan pelari estafet Ni Ketut Cita dkk mengantongi perunggu.
Bola voli indoor meloloskan 12 atlet karena mampu bercokol di peringkat lima, bola voli pantai untuk putra dan putri dua orang. Atlet bola voli indor maupun pantai harus berjuang keras agar mampu meraih emas pada PON di Riau, harap Nariana.
Cabang olahraga yang baru muncul di Bali dan di luar dugaan, yakni softboll/baseball ternyata bisa lolos pada babak kualifikasi yang berlangsung di Jakarta, sehingga berhak bertarung di PON Riau dengan kekuatan sebanyak 18 atlet.
Nariana mengatakan, Bali juga meloloskan lima pecatur, empat atlet sepak takraw, 16 kenshi yang diharapkan akan mampu mengulangi sukses dalam mengumpulkan medali di PON Riau bersama 11 atlet panjat tebing.
Pejudo Bali juga sudah meloloskan 13 orang dan atlet dari cabang olahraga lainnya semakin banyak mendapat kesempatan dan bermain di kejuaraan akbar empat tahunan di Indoensia tentunya setelah kerja keras dalam pra-PON.
Nariana mengatakan, Bali dalam PON selama ini mengandalkan peraihan medali dari cabang olahraga perorangan, seperti cabang pencak silat, layar, menembak, kempo, judo, ski air, tinju tanpa meremehkan cabang olahraga lainnya.
Masih banyak cabang olahraga andalan Bali yang belum mengikuti babak kualifikasi PON sehingga belum ada gambaran berapa banyak atlet anggota kontingen PON Bali yang diberangkatkan ke Riau dan semua yang lolos diusulkan akan bertarung di PON, tandas Nariana.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026