Denpasar (Antara Bali) - Para karyawan yang bekerja di hotel dalam wadah Bali Hotel Association (BHA) diberi pengetahuan untuk mengantisipasi bencana alam tsunami, karena Pulau Bali sebagai salah satu kawasan rentan bencana tersebut.
"Seandainya terjadi tsunami, para karyawan ini sudah sigap dan terlatih bagaimana sebaiknya mengarahkan tamu-tamunya," kata Direktur Eksekutif Bali Hotel Association, Djinaldi Gosana, di Denpasar, Sabtu.
Ia mengungkapkan, pendidikan dan pelatihan antisipasi tsunami telah mulai dilakukan sejak dua tahun yang lalu. "Apa yang kami lakukan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing hotel-hotel di Bali, di mata dunia," ucapnya.
Djinaldi mengatakan, istilahnya para karyawan yang telah mendapat pendidikan itu, sudah mendapatkan sertifikasi "tsunami ready". Para pelatihnya khusus didatangkan orang-orang yang berkompeten di BHA.
"Patut diingat, yang kami miliki bukan alarm alat deteksi tsunami, tetapi keterampilan para karyawan hotel seandainya terjadi bencana," katanya.
Mekanisme kerjanya, ketika alarm milik pemerintah berbunyi tanda tsunami, teknologi milik BHA akan langsung mengirimkan pesan kepada para general manager hotel dalam BHA. Dari sana, para pimpinan hotel menginformasikan pada karyawan.
"Karena para karyawan sudah terlatih, begitu mendengar informasi dari pimpinan hotel, mereka bisa langsung mengambil tindakan yang semestinya dilakukan dan bagaimana mengarahkan para tamu," jelasnya
Apa yang dikembangkan di Bali ini, tambahnya, ternyata kini telah menjadi acuan para pemilik resort di luar negeri.
Kata, Djinaldi, hotel yang tergabung di BHA yang sudah memilki sertifikasi "tsunami ready " sejumlah 105 hotel.
"Mayoritas anggota kami merupakan hotel kelas bintang empat dan lima, dan beberapa hotel kelas bintang tiga. Hotel tersebut sebagian besar tersebar di pesisir Bali Selatan, mulai dari wilayah Kabupaten Badung, Karangasem, dan Tabanan," ujarnya.(*)
