Jenderal Tito: Brimob Masih Diperlukan sebagai Postur Paramiliter

Jenderal Tito: Brimob Masih Diperlukan sebagai Postur Paramiliter

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kiri) memberikan penjelasan di sela-sela kunjungan di Polda Maluku, Ambon, Maluku. (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan/wdy/2017)

Ambon (Antara Bali) - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran Brigade Mobil (Brimob) di tengah masyarakat saat ini masih tetap diperlukan sebagai postur paramiliter.

Saat ini masyarakat menghendaki agar Polri menjadi satuan yang betul-betul menjadi polisi sipil dan Brimob merupakan bagian penting dalam reformasi Polri menuju polisi sipil," kata Kapolri di Ambon, Selasa.

Namun, lanjut Kapolri, karena tantangan tugas dan situasi gangguan keamanan yang ada maka Brimob masih tetap diperlukan dalam postur paramiliter.

"Brimob harus memiliki jiwa sebagai polisi sipil, tetapi juga punya kemampuan taktis paramiliter karena adanya situasi ganguan keamanan yang membutuhkan kehadiran dan kemampuan teknis khusus untuk menghadapinya," kata Kapolri.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolri saat menjadi inspektur upacara memperingati HUT Ke-72 Korps Brimob  di Markas Brimob Polda Maluku Tantui, Ambon.

Pada bagian lain sambutannya, Kapolri menyatakan berdasarkan hasil beberapa survei citra Polri kini sudah semakin baik.

"Kita patut mensyukuri dalam berbagai survei yang telah dialaksanakan, Polri telah mengalami perbaikan dalam waktu beberapa tahun terakhir ini," ujar Kapolri. (WDY)
Pewarta : Daniel Leonard
Editor: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2017

?>