Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Dikporaparbud Kabupaten Jembrana Wayan Wika saat dikonfirmasi di Negara, Selasa mengatakan, kemungkinan besar pilihan lokasi pembangunan gedung sekolah itu dialihkan lagi ke Dusun Awen Mertasari, Kelurahan Lelateng.
"Saat ini pengadaan lahan di Awen itu masih digodok tim yang terdiri dari beberapa instansi," katanya.
Wika juga mengungkapkan, soal lokasi tanah tersebut sebenarnya tim sudah memiliki pilihan yang hendak dibeli.
Namun karena pengadaan lahan itu menyangkut uang negara, Wika terkesan hati-hati dalam memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.
Untuk harga pembelian tanah itu, kata Wika, pihaknya mengacu ketentuan dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).
Persoalan pembelian berdasarkan NJOP itu juga yang membuat Pemkab Jembrana membatalkan rencana pembelian tanah untuk SMPN 6 Negara di Desa Tegalbadeng.
"Di Tegalbadeng harga yang ditawarkan jauh di atas NJOP, makanya kami tidak berani membelinya. Dengan demikian pilihan lokasi terpaksa dialihkan lagi," ujar Wika.
Sementara di Dusun Awen Mertasari, tim bisa mendapatkan harga tanah senilai Rp3,6 juta per are atau per 100 meter persegi, sedangkan kebutuhan lahan untuk pembangunan gedung sekolah itu mencapai satu hektare atau 100 are.
Disinggung mengenai dimulainya pembangunan gedung SMPN 6 Negara, Wika mengatakan, pihaknya menunggu hingga masalah pengadaan tanah itu tuntas.
"Tuntas dalam arti sertifikat sudah atas nama pemkab baru kita berani mulai membangun," jelasnya.
Menurutnya, kendala yang paling besar dalam pengadaan tanah itu terkait kepemilikan lahan yang tidak hanya satu orang.
"Lahan itu milik beberapa orang, jadi ya prosesnya agak panjang, lebih rumit," ujarnya.
Wika mengaku menginginkan pembangunan gedung tersebut bisa dilakukan secepatnya mengingat pada tahun ajaran 2010-2011 lalu SMP ini sudah menerima murid.
Saat ini jumlah murid SMPN 6 Negara sebanyak 180 orang dan untuk proses belajar-mengajar terpaksa menumpang dulu di SMP Negeri 4 Negara di Desa Baluk.
"Kalau perangkat pendidikan lainnya seperti guru sudah lengkap, tinggal gedungnya saja yang masih harus menunggu dibangun," katanya.
Jika proses pengadaan lahan bisa selesai tahun ini, sudah tersedia anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan empat ruang kelas.
Menurut Wika, pembangunan sarana dan prasarana sekolah akan terus dilakukan secara bertahap pada setiap tahun anggaran.
Pemkab Jembrana membuka SMP Negeri 6 Negara setelah pada setiap tahun ajaran baru banyak lulusan SD tidak tertampung di SMP Negeri yang ada karena keterbatasan ruang kelas dan kapasitas.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026