Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan sekolah baru serta penguatan pendidikan berbasis lingkungan dan budaya bersih di Kota Denpasar.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di Denpasar, Kamis, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu misi utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, pendidikan merupakan fondasi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing dan berkarakter.
“Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana-prasarana, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, serta mengembangkan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal,” kata Jaya Negara.
Sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan, Pemkot Denpasar juga terus membangun sarana dan prasarana pendidikan, termasuk mendirikan tiga sekolah menengah pertama negeri baru.
Jaya Negara menjelaskan tiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 15, SMP Negeri 16 dan SMP Negeri 17 yang dibangun untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang merata.
Ia mengatakan apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2025 menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Denpasar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
“Apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2025 tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melangkah lebih maju,” ujarnya saat Denpasar Education Festival 2026 di Denpasar, Bali.
Selain fokus pada pendidikan, Pemkot Denpasar juga mendorong penguatan budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan sekolah maupun rumah tangga.
Jaya Negara mengajak seluruh warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua hingga peserta didik untuk membiasakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Dimulai dari hal yang sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara berkelanjutan,” katanya.
Ia mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang dihadapi Kota Denpasar. Namun pemerintah pusat telah menetapkan Denpasar sebagai salah satu dari empat kota prioritas nasional dalam pengelolaan sampah.
Menurut dia, proyek pengelolaan sampah tersebut akan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Juni 2026 dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Selain diterapkan di sekolah, pengelolaan sampah berbasis sumber juga diwajibkan hingga tingkat rumah tangga melalui pemberdayaan kelompok PKK di seluruh wilayah Denpasar.
Jaya Negara menyebut dari sekitar 12 ribu kelompok PKK di Kota Denpasar, sebagian besar telah menjalankan pengelolaan sampah berbasis keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan tersebut mampu menjadikan Denpasar sebagai kota yang bersih, nyaman dan tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan, budaya dan kelestarian lingkungan.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026