"Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah di area positif," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan bahwa sentimen dari eksternal, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi Jepang yang didorong kenaikan konsumsi dan belanja modal memberi harapan positif bagi ekonomi di kawasan Asia.
Dari dalam negeri, lanjut dia, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2017 yang mencatat surplus sebesar 0,7 miliar dolar AS turut memberi harapan perekonomian Indonesia tetap stabil ke depannya.
Ia menambahkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2017 yang diperkirakan juga melanjutkan tren surplus turut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan rupiah di area positif.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara membuat sebagian investor mulai beralih dari aset-aset mata uang safe haven ke negara berkembang. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.