Ribuan Orang Tonton Pacuan Kerbau Khas Jembrana

Ribuan Orang Tonton Pacuan Kerbau Khas Jembrana

Joki makepung beradu cepat dalam lomba memperebutkan piala bergilir Bupati Jembrana, Minggu (13/8). (Antara Foto/Gembong Ismadi/2017)

Negara (Antara Bali) - Ribuan orang menonton Kesenian Makepung yang merupakan pacuan kerbau khas Kabupaten Jembrana, Bali, dalam lomba di Sirkuit Makepung, Kabupaten Jembrana, Minggu.

"Lomba Makepung merupakan agenda rutin Pemkab Jembrana, khususnya saat HUT Kota Negara seperti sekarang. Kami terus melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas untuk Sirkuit Makepung," kata Bupati Jembrana I Putu Artha, saat menghadiri lomba di Desa Delodbrawah itu.

Ia menjelaskan salah satu sirkuit dengan fasilitas lengkap masih dalam tahap pembangunan di Dusun Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana.

Sebelum lomba, Pemkab Jembrana melakukan tatap muka bersama tokoh-tokoh kesenian atraksi khas Jembrana ini. Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan dalam tatap muka itu mengharapkan pelestarian kesenian ini tidak hanya dilakukan kalangan pelaku Makepung tapi juga pemerintah serta pemerhati budaya.

"Mari bersama-sama terus promosikan Makepung ini, sehingga tidak hanya menarik masyarakat lokal, tapi juga mampu menarik wisatawan asing. Seperti kesenian tradisional lainnya, Makepung juga bisa menjadi salah satu tontonan pariwisata," katanya.

Dengan menjadikan Makepung sebagai tontotan pariwisata, menurutnya, banyak dampak positif yang akan dirasakan masyarakat Kabupaten Jembrana, termasuk dari sisi ekonomi.

Untuk penyelenggaraan kali ini, sebanyak 302 pasang kerbau ambil bagian memperebutkan piala bergilir Bupati Jembrana.

Ratusan pasang kerbau ini dibagi menjadi Blok Ijogading Barat dan Blok Ijogading Timur dengan kategori kelas A, B dan C, yang berpacu menjadi yang tercepat di lintasan persawahan.

Setelah berlomba seharian, Blok Ijogading Timur tampil sebagai juara umum dengan perolehan 47 poin, dan berhak membawa pulang piala bergilir BUpati Jembrana serta uang Rp25 juta.

Makepung merupakan kesenian atraksi pacuan kerbau khas Kabupaten Jembrana, yang pada zaman dahulu muncul sebagai wujud kegembiraan petani saat panen raya.

Agar menang dalam lomba, sepanjang waktu kerbau yang akan digunakan pacuan dipelihara istimewa dengan memerhatikan sisi kesehatan, pakan, hingga jamu-jamuan.

Saat sepasang kerbau menang Lomba Makepung, tidak hanya kebanggaan yang muncul, tapi harga kerbau itu sendiri langsung meroket hingga ratusan juta rupiah. (*)