Buleleng, Bali (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bali menginisiasi pendirian widyalaya atau pendidikan khusus Hindu negeri sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan bagi umat Hindu di daerah itu.
"Pendirian widyalaya baru berstatus negeri sebagai wujud nyata aksi kami di daerah pasca-turunnya Peraturan Menteri Agama Nomor 51 Tahun 2025 tentang perubahan atas PMA 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya," kata Kepala Kanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha di Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Kamis.
Pendirian widyalaya negeri diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan pendidikan umum berciri khas agama Hindu di daerah dengan sebutan "Pulau Dewata" itu.
Ia menjelaskan widyalaya negeri bukan hanya menjadi ruang belajar formal, namun juga pusat pembentukan karakter, moderasi beragama, serta penguatan nilai-nilai kebudayaan dan adat/dresta Bali.
Menurut dia, widyalaya negeri akan memberikan kesempatan bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk mendukung pembiayaan penuh terhadap keberadaan lembaga widyalaya.
Dengan pendekatan tersebut, lulusan widyalaya diharapkan memiliki kompetensi akademik yang kuat, sekaligus berkepribadian luhur, beretika, dan berakar pada nilai dharma sebagai fondasi kehidupan.
"Dalam tahap awal, kami telah melakukan koordinasi lintas pihak dimulai hari ini di IAHN Mpu Kuturan, termasuk bersama Pak Direktur Pendidikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu," kata Sunartha.
Ia menjelaskan ke depan juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta penyelenggara pendidikan.
Pihaknya menilai kolaborasi ini diperlukan untuk memastikan proses pendirian widyalaya negeri sesuai dengan regulasi, kebutuhan masyarakat, serta standar mutu pendidikan nasional.
Ia menjelaskan pendirian widyalaya negeri tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, namun juga penguatan tata kelola, ketersediaan tenaga pendidik profesional, serta kesiapan sistem pembelajaran, termasuk lahan yang representatif.
Dengan demikian, katanya, widyalaya negeri dapat menjadi lembaga yang dikelola secara modern, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
"Kami sudah bentuk tim dan saya berharap tim nantinya akan bergerak mendata lahan milik pemerintah daerah untuk nantinya dapat dimanfaatkan untuk lahan widyalaya," ujar dia.
Selain itu, widyalaya negeri diarahkan menjadi pusat pembinaan generasi muda Hindu yang moderat dan cinta tanah air.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026