Aprindo Bali Jajaki Swalayan Tampung Produk UMKM

Aprindo Bali Jajaki Swalayan Tampung Produk UMKM

Gianyar (Antara Bali) - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali menjajaki kerja sama dengan 11 pasar swalayan (supermarket dan hypermarket) di daerah setempat untuk menampung produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah tanpa biaya pajang.

"Sudah ada 11 supermarket dan hypermarket yang berminat. Ini baru penjajakan belum secara masif. Kalau ini dikomunikasikan intensif akan lebih masif," kata Sekretaris DPD Aprindo Bali I Made Abdi Negara di Keramas Kabupaten Gianyar, Senin.

Menurut pengusaha kuliner itu, ada biaya pemajangan produk di pasar swalayan yang besarannya tergantung kebijakan pengusaha ritel.

Semakin besar jaringan bisnis ritel tersebut maka semakin mahal baik untuk biaya pemajangan, biaya pemasok hingga biaya masuk produk sehingga hal tersebut cukup berat utamanya bagi pelaku usaha pemula.

Untuk itu pihaknya mengharapkan pengusaha ritel di 11 pasar swalayan itu menyediakan rak khusus yg digunakan memajang produk UMKM tersebut.

Namun ia mengakui rak pajangan yang disediakan terbatas karena tergantung pada ketersediaan lahan yang ada.

Aprindo Bali memiliki tim untuk memilih produk karya UMKM dari berbagai daerah di Pulau Dewata di antaranya dari Denpasar, Gianyar, Tabanan, Badung dan Klungkung.

Saat ini sudah ada sekitar 20 produk UMKM yang siap diseleksi mulai dari kualitas produk, keberlangsungan hingga diarahkan untuk pengemasan produk yang menarik.

Puluhan produk UMKM tersebut, lanjut Abdi, di antaranya seperti madu, garam khas Kusamba, melinjo, teh beras merah, sabun kecantikan, beras organik dan makanan lainnya.

Terkait dengan periode gratis pemajangan produk UMKM itu, Abdi menjelaskan bahwa bisa diberlakukan hingga produk tersebut diterima masyarakat atau tergantung kesepakatan dengan pengusaha ritel.

"Program Aprindo Bali Bersinergi ini kami harapkan dapat diluncurkan pada Mei berbarengan dengan pelaksanaan Bali Ritel Expo," katanya. (WDY)