Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Negara, Kamis, seraya memprediksi jumlah KK miskin di daerahnya telah meningkat.
Untuk memperoleh data jumlah KK miskin yang akurat, Kembang mengaku, dirinya sudah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pendataan ulang.
"Kami ingin tahu yang sebenarnya, berapa jumlah KK miskin di daerah kita. Kami tidak mau jumlah KK miskin tidak mencerminkan kondisi sebenarnya hanya demi pencitraan," ucapnya.
Berdasarkan pendataan tahun 2010, jumlah keluarga miskin di wilayah kabupaten di ujung barat Pulau Dewata itu tercatat sekitar 3.900 KK.
Berdasarkan pemantauan awal, Kembang memperkirakan jumlah KK miskin itu telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Kami minta kepala lingkungan, perbekel, lurah dan camat memberikan data jumlah KK miskin apa adanya. Jangan direkayasa seolah-olah di wilayah masing-masing jumlah KK miskin sedikit, tapi kenyataannya jauh lebih banyak," ujar Kembang.
Menurutnya, dengan data jumlah KK miskin yang akurat akan sangat mempengaruhi bantuan-bantuan dari pemerintah.
"Dengan data KK miskin yang akurat, bantuan dari pemerintah kita harapkan akan lebih tepat sasaran dan merata," imbuhnya.
Di sisi lain, Kembang juga mengatakan, pihaknya berharap pelaksanaan program bedah rumah dibenahi.
Ia menilai, akan lebih tepat jika program itu dilakukan dengan sistem swakelola seperti PNPM.
Kembang sendiri mengaku sering mendapatkan keluhan kalau program yang sejatinya untuk masyarakat miskin itu sering salah sasaran.
"Dari sisi program, bedah rumah sangat membantu masyarakat. Tinggal sistemnya saja yang diperbaiki agar tepat sasaran," jelasnya.
Ia mengungkapkan, untuk tahun 2011 ini Kabupaten Jembrana mendapatkan jatah 95 unit bedah rumah.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.