Denpasar  (Antara Bali) - Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan-45 Provinsi Bali menilai Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) di pertigaan Dalung, Kabupaten Badung, Bali, merupakan pilihan hidup dari sebuah eksponen bangsa yang patut dikenang generasi baru Indonesia (GBI).

"Kenangan tersebut terkait nilai-nilai ikhlas berkorban, setia kawan, dan kebersamaan dalam suka-duka. Nilai-nilai itulah yang selalu membakar jiwa kebangsaan para pejuang kemerdekaan Indonesia," kata Ketua Umum Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) DHD-45 Provinsi Bali Prof Dr I Wayan Windia di Denpasar, Minggu.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayayana itu menambahkan keluarga Bangsal dalam era perang kemerdekaan bukanlah keluarga yang miskin, karena keluarga Bangsal sudah memiliki rumah bertingkat (loteng) pada saat orang lain masih susah mencari sesuap nasi.

"Namun, mereka lebih memilih untuk memihak republik, mereka siap berkorban jiwa-raga dan harta-benda, padahal banyak orang kaya dalam era itu, lebih memilih memihak Belanda demi untuk keamanan kekayaannya dan jiwanya," ujar Prof Windia.

Itulah sebuah kenangan abadi dalam sebuah pilihan hidup. Hal itu harus dikenang oleh Generasi Baru Indonesia (GBI) yang akan memimpin Indonesia ke depan.

"GBI yang tidak pernah bersentuhan dengan aura republik, karena mereka terlahir dalam era digital, globalisasi, dan kompetisi, harus mengambil referensi mental dari berbagai monumen perjuangan kemerdekaan, diantaranya Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), agar napas kejuangan MPB tetap abadi," katanya.

Hal itu penting karena peranannya yang semakin strategis pasca-100 tahun Indonesia Merdeka (pasca-tahun 2045), dan pasca-era kepemerintahan GBI.

"Di saat-saat mereka (GBI) kebingungan mencari arah hidup berbangsa, maka mereka harus berpaling pada MPB, dan berbagai monumen perjuangan lainnya di Bali dan di Indonesia," ujar Prof Windia. (WDY)

Pewarta: Pewarta: IK Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026