Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bali meminta organisasi perangkat daerah setempat memperkuat penggunaan Counter EETA sebagai aplikasi inovasi daerah berbasis web untuk mengoptimalkan penyusunan laporan keuangan.
Counter EETA merupakan aplikasi sistem otomasi digital yang digunakan untuk menyusun Laporan Keuangan Daerah, khususnya CaLK (Catatan atas Laporan Keuangan) dan Uji PA secara otomatis
“Intervensi sistem ini terbukti memberikan dampak perbaikan yang nyata, pada kondisi unaudited, organisasi perangkat daerah yang mendekati standar hanya satu, kini pada fase audited naik menjadi tujuh. Ini menjadi landasan objektif mengapa transformasi digital melalui web ini sangat krusial," kata Kepala BPKAD Bali I Ketut Maduyasa, di Denpasar, Selasa.
Untuk itu pihaknya memberikan bimbingan teknis penggunaan Counter EETA kepada seluruh perangkat daerah di Pemprov Bali dan BPKAD kabupaten/kota se-Bali berfokus pada optimalisasi penyusunan CaLK Audited Tahun 2025.
Menurut dia, intervensi sistem digital memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelaporan satuan kerja perangkat daerah (SPKD), seperti berdasarkan data evaluasi tingkat kepatuhan penyajian CaLK Tahun Anggaran 2024.
"Uji coba menggunakan Counter EETA tahun 2024 berhasil menekan jumlah SKPD dengan kategori Perlu Perhatian Lebih dari enam perangkat daerah menjadi nol," ujarnya.
Maduyasa merinci pergeseran kurva kepatuhan tersebut secara lebih spesifik. Sebelum penggunaan sistem unaudited terdapat 13 SKPD yang masuk kategori Perlu Peningkatan dan enam SKPD kategori Perlu Perhatian Lebih.
"Namun ketika mulai mencoba menggunakan Counter EETA, angka itu menyusut menjadi sembilan SKPD Perlu Peningkatan dan nol SKPD untuk kategori Perlu Perhatian Lebih," ujarnya.
Dia menambahkan kategori Cukup Baik pun naik dari sembilan perangkat daerah menjadi 11, sehingga BPKAD Bali mendorong penguatan penggunaan sistem ini, sekaligus dalam penyusunan CaLK Audited 2025 harus diarahkan pada laporan yang memiliki pengungkapan yang memadai.
"Kita harus memastikan pengungkapan pada CaLK disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah (SAP) dan standar BPK RI, terlebih guna mempercepat penyelesaian laporan berhubung telah selesainya proses pemeriksaan dan penyesuaian jurnal," ujarnya.
Menurut dia, kegiatan bimbingan teknik ini dirancang Pemprov Bali untuk mempercepat penyelesaian CaLK Audited 2025, memfasilitasi transisi dari sistem excel ke aplikasi web lokal berbasis python dan flask, serta menjadi wadah diseminasi inovasi bagi kabupaten/kota se-Bali yang sebelumnya telah melaksanakan studi tiru.
"Sistem Counter EETA basis web ini hadir berbagai keunggulan teknis. Sistem ini mampu memproses data jurnal berskala besar secara cepat dan beroperasi secara offline guna menjaga keamanan data," ujarnya.
Fitur utamanya, kata dia, mencakup uji prosedur analitis (Uji PA) otomatis, generasi tabel penjelas selisih LO-LRA otomatis, dan tabel mutasi aset tetap, yang semuanya dibangun menggunakan teknologi open source tanpa biaya lisensi perangkat lunak.
Maduyasa mengatakan presisi data hasil otomasi ini pun krusial untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sebab Pemprov Bali sudah mencapai opini WTP sebanyak 12 kali berturut-turut.
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2026