Gubernur Bali Wayan Koster melepas 397 orang Kontingen Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VII 2023 Bandung dari Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Bali yang akan berlaga pada 2-9 Juli 2023.

“Oleh karena itu saya dengan bangga hadir untuk melepas para atlet, semoga kepesertaan pada Fornas VII membawa berkah bagi kita di Bali. Saya berharap Fornas dijadikan suatu wahana untuk terus memacu aktivitas keolahragaan masyarakat,” ucapnya di Denpasar, Senin.

Di hadapan para pegiat olahraga masyarakat itu, Gubernur Koster mewakili Pemprov Bali mengapresiasi seluruh kontingen yang terpilih mewakili Pulau Dewata.

Dari 397 orang itu sebanyak 299 orang adalah atlet yang akan bertanding, 18 orang pelatih, 50 ofisial, dan 30 pendukung.

Baca juga: Atlet olahraga tradisional Portina Bali dilepas ikuti Fornas VI

Pada Fornas VI 2022 Palembang, atlet olahraga masyarakat Bali berada di peringkat 15 dengan 56 medali dan bertanding pada 30 induk olahraga. Koster berharap prestasi tahun ini bisa meningkat, apalagi ada tambahan peserta yang dikirimkan.

“Saya kira yang terpilih ini sudah menyiapkan diri dengan baik, dengan optimal, serius, serta penuh tanggung jawab, untuk mengikuti acara ini sehingga bisa meraih prestasi terbaik,” ujarnya.

Ketua Kontingen KORMI Bali Teguh Hery Susantho melaporkan tahun ini ada penambahan peserta dari sebelumnya 196 atlet kini 299 atlet. Hal ini lantaran jarak pertandingan yang lebih dekat dari sebelumnya Sumatera Selatan, kini di Jawa Barat.

Selain itu, lanjutnya, antusias dari induk olahraga yang ingin terlibat begitu besar, meskipun ada penurunan cabang olahraga yang dikirim, dari sebelumnya 30 menjadi 21 cabang.

Baca juga: Wagub Bali: Jaga "menyama-braya" dalam Fornas V

Teguh menyebut Fornas VII akan dijadikan tolak ukur dan pemacu bagi para penggiat olahraga masyarakat di Bali untuk semakin siap, apalagi festival berikutnya akan dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang jaraknya dekat dengan Bali.

Pada tahun ini KORMI Bali mengirim atlet dengan usia beragam mulai dari 8 tahun hingga 78 tahun, di mana mereka akan bertanding dalam 21 induk olahraga terbagi menjadi delapan cabang kreasi budaya, tujuh cabang kesehatan kebugaran, dan enam petualangan tantangan.

“Contohnya kreasi budaya seperti panahan tradisional, kesehatan kebugaran seperti olahraga pernapasan, dan petualangan seperti BMX,” kata Teguh.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023