Negara (Antaranews  Bali) - Kabupaten Jembrana, Bali dengan Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat memperkuat ikatan batin yang ada selama ini melalui pertemuan kedua pejabat kabupaten itu.
    
"Antara Kabupaten Purwakarta dan Jembrana, ada ikatan batin yang sebenarnya sudah terbangun sejak lama. Kunjungan ini semakin mempererat ikatan tersebut," kata Penjabat Sekda Purwakarta Yus Permana, saat menerima kunjungan rombongan dari Jembrana yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Jembrana I Nengah Ledang, Jumat.
    
Dalam kunjungan ini, Ledang mengatakan pihaknya ingin tahu lebih jauh terkait sistem informasi dan komunikasi Pemkab Purwakarta, khususnya yang berkaitan dengan publikasi di media massa.
    
Ia mengatakan saat ini publikasi memegang peranan penting untuk menyebarluaskan program maupun pembangunan yang dilakukan pemerintah, sehingga dengan perkembangan zaman dibutuhkan cara dan strategi agar tujuan publikasi tercapai.
    
"Khususnya publikasi terkait sektor pariwisata, karena kami di Kabupaten Jembrana sedang melakukan penataan sejumlah objek wisata yang menjadi prioritas pembangunan. Untuk objek wisata, Purwakarta saat ini banyak dikunjungi wisatawan," katanya.
    
Ia juga sepakat sudah sejak lama terjalin hubungan batin antara Purwakarta dengan Jembrana, meskipun baru sekarang dirinya bisa berkunjung ke kabupaten yang terkenal dengan Taman Air Mancur Sri Baduga ini.
    
Terkait pertanyaan Ledang ini, Permana mengakui, Taman Air Mancur Sri Baduga yang hanya dibuka setiap malam minggu itu memang menjadi ikon Kabupaten Purwakarta, yang bisa menarik kunjungan 15 ribu wisatawan pada saat dibuka.
    
"Itu pada hari-hari biasa, kalau ada momentum khusus seperti malam pergantian tahun, jumlah pengunjungnya bisa mencapai 60 ribu orang. Taman air mancur ini memang didesain dengan unik, salah satunya adalah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," katanya.
    
Dengan objek wisata tersebut, katanya, ekonomi masyarakat sekitar ikut terangkat, sementara untuk retribusi pengunjung sampai saat ini belum dilakukan, sehingga setiap pengunjung yang datang bisa masuk ke objek wisata tersebut dengan gratis.
    
Menurut dia, saat ini pihaknya sedang membahas regulasi untuk retribusi tiket objek wisata itu dalam bentuk peraturan daerah.
    
"Untuk promosi objek wisata baik Taman Air Mancur Sri Baduga maupun yang lainnya, kami membuat aplikasi Sampurasun yang berisi berbagai hal tentang objek wisata di Purwakarta. Selain itu, kami meluncurkan program tukang ojek pariwisata, yaitu ojek yang siap mengantar wisatawan kemana saja di Purwakarta," katanya.
    
Ditemui usai kunjungan, Ledang mengatakan, sama dengan Kabupaten Purwakarta, Jembrana juga harus mulai mengkaji aturan untuk memungut retribusi di sejumlah objek wisata seperti Teluk Gilimanuk.
    
Menurut dia, dengan biaya pembangunan yang mencapai miliaran Rupiah sudah sewajarnya pengunjung dipungut tiket, apalagi fasilitas di teluk tersebut cukup lengkap sebagai objek wisata.
     
 Selain Ledang dan Permana, hadir dalam pertemuan dua kabupaten ini Kepala Bagian Humas Dan Protokol Jembrana Komang Suparta dan Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Komunikasi Dan Informasi Purwakarta Siti Ida Hamidah.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019