Denpasar (Antara Bali) - Devisa Bali meningkat 2,93 juta dolar AS pada bulan Januari 2017 dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, atau naik 8,12 persen dari 36,19 juta dolar AS (Januari 2016) menjadi 39,129 juta dolar AS (Januari 2017).
"Namun dibanding dengan bulan Desember 2016, perolehan devisa itu merosot 5,51 persen, karena akhir tahun itu mengantongi sebesar 41,41 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis.
Sementara itu, nilai ekspor Bali selama tahun 2016 sebesar 505,11 juta dolar AS, meningkat 1,29 persen dibanding tahun sebelumnya tercatat 498,68 juta dolar AS.
Devisa tersebut diperoleh dari hasil pengapalan berbagai jenis matadagangan yang menembus pasaran luar negeri.
Adi Nugroho menambahkan, perolehan devisa tersebut 72 persen ditopang dari hasil industri dan kerajinan skala rumah tangga dengan menonjolkan unsur seni serta rancang bangun (desain) yang sesuai dengan selera konsumen mancanegara.
Lima pasaran utama tujuan ekspor Bali meliputi Amerika Serikat 28,36 persen, Tiongkok 8,33 persen, Singapura 6,88 persen, Jepang 6,88 persen dan Australia 5,44 persen.
Pengapalan berbagai jenis matadagangan ke pasaran luar negeri itu melalui bandara internasional Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa Denpasar sebesar 48,33 persen, menyusul Jawa Timur 49,73 persen, Jawa Tengah 0,10 persen dan DKI Jakarta 1,84 persen.
Adi Nugroho menjelaskan, lima komoditas utama ekspor Bali meliputi produk ikan dan udang sebesar 26,51 persen, menyusul produk perhiasan (permata) 12,39 persen dan produk pakaian jadi bukan rajutan 12,27 persen.
Selain itu juga produk kayu dan barang dari kayu 8,96 persen serta produk prabot dan penerangan rumah 7,40 persen.
Menurunnya nilai ekpsor Bali dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Desember 2016) akibat merosotnya 37,64 persen nilai ekspor tujuan Australia atau sebesar 2,12 juta dolar AS.
Selain itu juga tujuan Tiongkok merosot sebesar 3,4 juta dolar AS, menyusul Hongkong 1,49 juta dolar AS dan Jerman 1,16 juta dolar AS.
Dilihat dari jenis komoditas, menurunnya nilai ekspor tersebut akibat pengaruh merosotnya nilai ekspor ikan dan udang sebesar 1,16 juta dolar AS, barang dari kayu 633.456 dolar AS dan pakaian jadi bukan rajutan 385.365 dolar AS. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017
"Namun dibanding dengan bulan Desember 2016, perolehan devisa itu merosot 5,51 persen, karena akhir tahun itu mengantongi sebesar 41,41 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis.
Sementara itu, nilai ekspor Bali selama tahun 2016 sebesar 505,11 juta dolar AS, meningkat 1,29 persen dibanding tahun sebelumnya tercatat 498,68 juta dolar AS.
Devisa tersebut diperoleh dari hasil pengapalan berbagai jenis matadagangan yang menembus pasaran luar negeri.
Adi Nugroho menambahkan, perolehan devisa tersebut 72 persen ditopang dari hasil industri dan kerajinan skala rumah tangga dengan menonjolkan unsur seni serta rancang bangun (desain) yang sesuai dengan selera konsumen mancanegara.
Lima pasaran utama tujuan ekspor Bali meliputi Amerika Serikat 28,36 persen, Tiongkok 8,33 persen, Singapura 6,88 persen, Jepang 6,88 persen dan Australia 5,44 persen.
Pengapalan berbagai jenis matadagangan ke pasaran luar negeri itu melalui bandara internasional Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa Denpasar sebesar 48,33 persen, menyusul Jawa Timur 49,73 persen, Jawa Tengah 0,10 persen dan DKI Jakarta 1,84 persen.
Adi Nugroho menjelaskan, lima komoditas utama ekspor Bali meliputi produk ikan dan udang sebesar 26,51 persen, menyusul produk perhiasan (permata) 12,39 persen dan produk pakaian jadi bukan rajutan 12,27 persen.
Selain itu juga produk kayu dan barang dari kayu 8,96 persen serta produk prabot dan penerangan rumah 7,40 persen.
Menurunnya nilai ekpsor Bali dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Desember 2016) akibat merosotnya 37,64 persen nilai ekspor tujuan Australia atau sebesar 2,12 juta dolar AS.
Selain itu juga tujuan Tiongkok merosot sebesar 3,4 juta dolar AS, menyusul Hongkong 1,49 juta dolar AS dan Jerman 1,16 juta dolar AS.
Dilihat dari jenis komoditas, menurunnya nilai ekspor tersebut akibat pengaruh merosotnya nilai ekspor ikan dan udang sebesar 1,16 juta dolar AS, barang dari kayu 633.456 dolar AS dan pakaian jadi bukan rajutan 385.365 dolar AS. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017