Denpasar (Antara Bali) - Otoritas Jasa Keuangan mendorong perbankan di Provinsi Bali untuk mengoptimalkan program Simpanan Pelajar (Simpel) tahun 2017 karena potensi dan peluang peningkatan tabungan tersebut di Pulau Dewata sangat tinggi.

"Selama tahun 2016 target Simpel di Bali sudah melampaui target 50 ribu rekening," kata Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Zulmi di Denpasar, Selasa.

Zulmi mengungkapkan hingga Desember 2016 tercatat jumlah Simpel di Bali mencapai 51.198 rekening yang tersebar di lebih dari 382 sekolah dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp53,9 miliar.

Jumlah tersebut melonjak dibandingkan posisi Mei 2016 mencapai 29.390 rekening di 289 sekolah seluruh Bali dengan jumlah saldo yang terhimpun mencapai Rp16,1 miliar.

Untuk itu Zulmi mendorong perbankan mengoptimalkan potensi Simpel dengan melihat data tersebut sekaligus sebagai sarana mengedukasi generasi muda untuk menabung.

"Kami mendorong bank umum dan BPR untuk melakukan pendekatan ke sekolah agar siswa membuka Simpel," imbuhnya.

Selain dari sisi jumlah rekening, dana yang dihimpun dan sekolah yang bertambah, selama 2016 jumlah bank penyelenggara Simpel juga melonjak.

Hingga Desember 2016 terdapat 79 bank membuka Simpel terdiri dari 20 bank umum dan 59 BPR di Bali.

Membuka rekening Simpel, lanjut Zulmi juga sangat mudah, yakni siswa tersebut memang terdaftar di sekolah dengan setoran awal Rp5.000 dan setoran selanjutnya minimal Rp1.000 maka siswa tersebut sudah memiliki rekening. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017