Festival Semarapura ke-7 di Bali

  • Selasa, 29 April 2025 21:20

Wisatawan mancanegara mencicipi sate lilit khas Bali buatan siswa SMP pada Festival Semarapura ke-7 di Klungkung, Bali, Selasa (29/4/2025). Kegiatan yang diikuti puluhan siswa dari 12 sekolah tingkat SMP di wilayah tersebut digelar sebagai ajang edukasi serta mengenalkan siswa pada kekayaan kuliner tradisional khas Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Siswa SMP membuat sate lilit khas Bali pada Festival Semarapura ke-7 di Klungkung, Bali, Selasa (29/4/2025). Kegiatan yang diikuti puluhan siswa dari 12 sekolah tingkat SMP di wilayah tersebut digelar sebagai ajang edukasi serta mengenalkan siswa pada kekayaan kuliner tradisional khas Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Pedagang menawarkan produk UMKM kepada wisatawan mancanegara pada Festival Semarapura ke-7 di Klungkung, Bali, Selasa (29/4/2025). Festival tahunan yang digelar pada 28 April hingga 1 Mei 2025 tersebut melibatkan 2.100 seniman dengan menampilkan berbagai kegiatan budaya di antaranya fragmen tari, pertunjukan musik tradisional, pameran pernak-pernik khas Bali, dan menulis aksara Bali di daun lontar sebagai pelestarian budaya serta daya tarik pariwisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Seniman menampilkan fragmen tari petopengan Sunda Upasunda pada Festival Semarapura ke-7 di Klungkung, Bali, Selasa (29/4/2025). Festival tahunan yang digelar pada 28 April hingga 1 Mei 2025 tersebut melibatkan 2.100 seniman dengan menampilkan berbagai kegiatan budaya di antaranya fragmen tari, pertunjukan musik tradisional, pameran pernak-pernik khas Bali, dan menulis aksara Bali di daun lontar sebagai pelestarian budaya serta daya tarik pariwisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Seniman menampilkan Tari Legong Kreasi Kusara pada Festival Semarapura ke-7 di Klungkung, Bali, Selasa (29/4/2025). Festival tahunan yang digelar pada 28 April hingga 1 Mei 2025 tersebut melibatkan 2.100 seniman dengan menampilkan berbagai kegiatan budaya di antaranya fragmen tari, pertunjukan musik tradisional, pameran pernak-pernik khas Bali, dan menulis aksara Bali di daun lontar sebagai pelestarian budaya serta daya tarik pariwisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Berita Terkait