"Selain meningkatnya harga pasir juga akibat bertambahnya biaya pendidikan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis.
Harga pasir di Kota Denpasar dan sekitarnya di tingkat konsumen berdasarkan catatan Antara mencapai Rp1,8 juta per truk ukuran besar, meningkat dibanding sebelumnya yang tercatat Rp1,4 juta.
Inflasi di Kota Denpasar 0,45 persen itu dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 121,83. Inflasi tersebut sekaligus membuat tingkat inflasi kumulatif periode Januari -Agustus 2016 mencapai 1,88 persen.
Sedangkan inflasi tahun ke tahun, yakni Agustus 2016 terhadap Agustus 2015 mencapai 2,46 persen. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran.
Kelompok tersebut meliputi kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mencapai 2,81 persen yang sekaligus dominan mempengaruhi pencapaian inflasi pada Agustus 2016.
Adi Nugroho menambahkan, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menyumbangkan sebesar 0,76 persen, kelompok sandang 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,31 persen, kelompok kesehatan 0,30 persen, serta kelompok bahan makanan 0,22 persen.
"Periode yang sama hanya kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,72 persen," ujar Adi Nugroho.
Khusus menyangkut indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga yang mengalami kenaikan indeks terbesar pada Agustus 2016, dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok tersebut, satu subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yakni subkelompok pendidikan mencapai 4,72 persen.
Empat subkelompok lainnya trdiri atas subkelompok kursus-kursus atau pelatihan, subkelompok perlengkapan (peralatan pendidikan), subkelompok rekreasi, dan subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks.
Adi Nugroho menambahkan, komoditas yang memberikan sumbangan atau andil inflasi adalah biaya pendidikan sekolah menengah atas (SMA) 0,095 persen, biaya pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) 0,050 persen, biaya pendidikan taman kanak-kanak (TK) 0,043 persen dan biaya pendidikan akademi atau perguruan tinggi 0,028 persen.
Kelompok pengeluaran tersebut memberikan sumbangan inflasi mencapai 0,24 persen. Sementara itu, perbandingan inflasi tahunan menunjukkan laju inflasi tahun kalender Agustus 2016 mencapai 1,88 persen dan laju inflasi "year on year" (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) 2,46 persen.
Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender 2014 dan 2015 masing-masing 3,38 persen dan 2,12 persen. Di sisi lain, inflasi year on year periode yang sama pada 2014 dan 2015 masing-masing 3,74 persen dan 6,72 persen.
Dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei, 33 kota di antaranya mengalami inflasi dan 49 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari dan Sorong masing-masing 1,27 persen serta inflasi terendah di Kendari dan DKI Jakarta 0,01 persen.
Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,87 persen dan terendah di Cilegon hanya 0,01 persen. Jika diurut dari infasi tertinggi maka Denpasar menempati urutan ke-16 dari 33 kota yang mengalami inflasi, ujar Adi Nugroho. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026