"Perkembangan usaha diperkirakan mengalami ekspansi pada triwulan II tahun 2016 seperti tercermin dari saldo bersih tertimbang perkiraan kinerja usaha sebesar 17,74 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, ekspansi kegiatan dunia usaha terutama diperkirakan terjadi pada sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan hotel dan restoran serta sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan.
Dewi menjelaskan bahwa sejalan dengan ekspektasi peningkatan kinerja usaha itu, penggunaan tenaga kerja juga terindikasi menunjukkan peningkatan dengan nilai saldo bersih tertimbang (SBT) perkiraan tenaga kerja sebesar 4,85 persen meskipun masih mengalami kontraksi namun tumbuh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Perkiraan peningkatan penggunaan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, sejalan dengan perkiraan ekspansi usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha di kedua sektor," imbuh Dewi.
Sementara itu para triwulan I 2016, berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Provinsi Bali mengindikasikan kegiatan usaha tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Hal itu tercermin dari SBT sebesar 13,73 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV tahun 2015 sebesar minus 21,88 persen.
Peningkatan kegiatan usaha terjadi pada sebagian besar sektor, terutama industri pengolahan yang menunjukkan kenaikan SBT dari minus 1,24 persen pada triwulan IV tahun 2015 menjadi 0,41 persen pada triwulan I 2016 dan sektor perdagangan hotel dan restoran dari minus 9,45 persen menjadi minus 4,54 persen pada triwulan I tahun 2016.
Sektor lain yang menunjukkan peningkatan adalah sektor jasa-jasa dengan nilai SBT sebesar minus 0,30 persen pada triwulan I tahun 2016, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar minus 6,15 persen.
Peningkatan kinerja dunia usaha juga terlihat dari semakin membaiknya kondisi likuiditas dan rentabilitas (kemampuan perusahaan mencetak laba) dibanding triwulan sebelumnya.
Saldo bersih kondisi likuiditas selama tiga bulan terakhir tercatat sebesar 29 persen, meningkat dari triwulan IV tahun 2015 sebesar 23 persen.
"Selain itu, kemampuan perusahaan untuk mencetak laba juga terindikasi meningkat, seperti tercermin dari saldo bersih kondisi rentabilitas sebesar 23 persen, naik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 20 persen," ucap Dewi.
Sementara dari sisi pembiayaan dunia usaha, akses kredit perbankan relatif lebih mudah pada triwulan pertama tahun ini dibandingkan triwulan sebelumnya, yang tercermin dari saldo bersih akses kredit selama tiga bulan terakhir sebesar minus tiga persen atau naik dibandingkan triwulan IV tahun 2015 yang sebesar minus 22 persen.
Survei kegiatan dunia usahadigelar sejak tahun 2008. Pada triwulan pertama tahun 2016,jumlah responden yang dilibatkan mencapai 130 responden yang tersebar di seluruh Provinsi Bali dan dipilih secara "purposive sampling" melalui pengisian kuisioner. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026