"Para penari ballet mengikuti latihan tari Bali itu secara sungguh-sungguh dari tim kesenian Bali di Tartarstan State Choreography Theater Rusia," kata I Kadek Suartaya, SS Kar, MSI, dosen program studi seni kerawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Jumat.
Ia sebelumnya memperkuat tim kesenian Bali yang terdiri atas dosen dan mahasiswa ISI Denpasar yang mendapat kepercayaan dari pemerintah Indonesia untuk mengadakan lawatan misi kesenian ke Rusia dalam meningkatkan kerja sama kedua negara.
Tim kesenian Bali dalam memberikan latihan tari pendet kepada penari ballet itu menekankan pada olah gerak tubuh, gerakan mata maupun "agem" yang harus dilakukan seorang penari pendet.
Mereka sebelumnya mengikuti workshop tentang kesenian Bali, namun rupanya sekelompok remaja putri Rusia itu sangat terkesan dengan tari pendet dan menyelami lekuk-lekuk keunikan dan keindahannya.
"Rupanya sensasi dari karakter estetik bahasa tubuh tari Bali tersebut mereka nikmati dengan suka cita, sehingga tari Pendet tidak hanya populer di Malaysia, namun juga disukai gadis-gadis Rusia," tutur Kadek Suartaya.
Serangkaian memperkenalkan kesenian Indonesia di belahan Eropa Timur, dalam workshop itu juga diberikan gerak-gerak tajam dan lugas tari Baris.
Kesenian Bali menurut Kadek Suartaya, memang telah tampil di berbagai belahan dunia, namun Rusia rupanya belum begitu dijangkau para seniman Pulau Dewata. Oleh sebab itu dalam memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, tim kesenian Bali mendapat kepercayaan untuk mengadakan lawatan ke negara tersebut.
Kesenian sebagai "pembuka jalan' memang banyak dimanfaatkan sebagai alat diplomasi budaya, yakni diplomasi dengan cara damai kini banyak dilakukan dalam pergaulan antarbangsa dan diplomasi antarnegara.
Sebelumnya Ida Bagus Nyoman Mas, SS. Kar, dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar selama enam bulan pernah mengajar tabuh dan tari Bali kepada mahasiswa dan masyarakat pencinta seni Bali di Rusia.
Upaya itu atas kerjasama antara Kedutaan Besar RI di Rusia dengan ISI Denpasar, mengingat mahasiswa dan masyarakat Rusia sangat antusias belajar kesenian Bali, ujar Kadek Suartaya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.