Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar memperkenalkan Tari Pendet dan Gebogan kepada delegasi Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI Ke-21 melalui kegiatan Ladies Program yang digelar di Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari, Jumat.

Dalam kegiatan tersebut, belasan istri kepala daerah anggota APEKSI Komwil IV diajak belajar Tari Pendet serta membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara masyarakat Bali.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar Swandewi Eddy Mulya mengatakan pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama dalam Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI Ke-21.

Menurutnya, selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkenalkan kesenian dan budaya Bali secara lebih luas kepada masyarakat.

“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar Tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu kepala daerah juga mengetahui tentang seluk-beluk kesenian Bali sebagai kekayaan warisan leluhur,” ujar Sagung Antari.

Setelah mengikuti kegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pasar Kumbasari untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.

Sagung Antari menjelaskan, Pasar Kumbasari dipilih sebagai salah satu tujuan city tour karena memiliki beragam produk kerajinan khas Kota Denpasar yang berpotensi dipasarkan secara luas.

“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas, seperti aneka kain endek, sandal dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar I Wayan Hendaryana mengatakan Ladies Program merupakan agenda wajib dalam setiap pelaksanaan Rakerkomwil IV APEKSI.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, tetapi juga sebagai momentum bertukar pengalaman serta informasi mengenai program penunjang pembangunan.

“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” ujarnya.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026