Negara (Antara Bali) - Wabah cacah air atau yang oleh masyarakat setempat disebut "cangkring" merebak di Desa Pengambengan, yang merupakan wilayah pesisir Kabupaten Jembrana.

"Sudah sekitar dua minggu ini banyak warga, khususnya anak-anak yang terkena "cangkring". Gejalanya didahului panas tinggi, lalu muncul bintik-bintik berair atau bernanah di kulitnya," kata Kepala Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan Ali Rahman, Senin.

Ia mengatakan, meski bukan penyakit baru, banyaknya anak-anak yang terjangkit penyakit ini membuat orang tua repot, apalagi jika anaknya yang sakit masih berusia di bawah lima tahun.

Menurutnya, untuk mengobati sakitnya, ada warga yang memilih obat-obatan modern seperti salep dan lain-lain, ada juga yang menggunakan ramuan tradisional seperti campuran jagung muda yang dihaluskan, dicampur dengan cendana lalu dioleskan pada kulit yang terkena cacar air.

Alfina Laila, salah seorang warga Desa Pengambengan yang anaknya terkena cacar air mengatakan, ia sempat membawa anaknya ke dokter untuk menurunkan panas.

"Sebelum anak saya, anak-anak tetangga banyak yang terkena penyakit ini, sehingga saat panas tinggi, saya sudah menduga anak saya ini terkena cacar air," katanya.

Menurutnya, panas anaknya turun setelah cacar keluar pada kulitnya, yang agar tidak berbekas ia menggunakan ramuan jagung muda dicampur cendana.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta MKes mengatakan, wabah cacar air biasa muncul saat awal musim penghujan seperti saat ini, dan bukan merupakan penyakit berbahaya.

"Setiap manusia sekali dalam hidupnya, pasti terkena penyakit ini. Cukup dijaga agar suhu tubuh tidak terus panas, tapi biasanya saat cacarnya sudah keluar, otomatis panasnya turun," katanya.

Ia justru mengingatkan, perawatan yang berhati-hati harus dilakukan saat cacar muncul dengan cara menjaga kebersihan tubuh, agar tidak terjadi infeksi lanjutan.

"Cacar yang muncul meninggalkan luka. Luka itulah yang harus mendapatkan perawatan dengan mencegahnya dari infeksi," ujarnya.

Ia mengimbau, masyarakat yang keluarganya terkena cacar air untuk membawanya ke Puskesmas, agar mendapatkan obat penurun panas maupun obat untuk luka cacar.(GBI)

Pewarta: Pewarta: Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026