Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta 1.980 hotel, restoran, kafe (horeka) yang tercatat di Denpasar ikut mengelola sampah secara mandiri.

“Harus kelola sampah sendiri horeka, selama ini tidak dikelola sendiri ada yang ngangkut, nanti harus sendiri,” ucap Gubernur Koster di Denpasar, Jumat.

Dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah itu, ia mengingatkan bahwa di Kota Denpasar hanya tercatat 1.980 horeka dengan hampir 200 ton sampah harian, sementara di Kabupaten Badung terdapat 33 ribu horeka sehingga semestinya tidak sulit mendorong seluruh pelaku usaha di Denpasar mengelola sampahnya.

“Tentu saja beban sampah di Denpasar dari pelaku usaha ini lebih kecil, namun kecil ini pun harus kita tuntaskan karena berkaitan dengan ekosistem alam kita supaya bersih, kehidupan kita juga bersih di rumah tangga, komunitas, di hotel, dan terutama sekali karena Bali ini destinasi wisata,” ujarnya.

Pemprov Bali mengajak pelaku usaha horeka ikut terlibat dalam langkah menyelesaikan persoalan sampah jelang TPA Suwung ditutup total, sebab masalah sampah yang berkepanjangan akan berdampak pula pada usaha mereka.

Di samping menyelesaikan masalah sampah, pemerintah daerah juga sedang menggenjot pembangunan infrastruktur dan penyelesaian persoalan lain, sehingga ketika semua berjalan baik maka sektor pariwisata dapat dijaga.

Lebih jauh kunjungan wisatawan akan bertambah dan pajak hotel dan restoran (PHR) dapat meningkat atau secara tidak langsung para pelaku usaha bersama karyawannya akan sejahtera.

“Sampah ini harus kita tangani bersama, kalau masalah sampah ini bagus, kemacetan dikelola, tingkat hunian hotel naik, karyawan akan berlanjutan mendapatkan penghasilan, PHR Denpasar bisa meningkat, sedangkan kalau pariwisata terganggu wisatawan ini berkurang otomatis tingkat hunian hotel turun,” kata dia.

Gubernur Koster sendiri memandang Pemkot Denpasar selama ini sudah bekerja keras untuk mengurangi volume sampah, terbukti dari proses pemilahan sudah mencapai 89 persen.

Berbagai pihak dilibatkan termasuk pelaku usaha pariwisata, namun menurutnya itu saja tidak cukup, proses pemilahan harus semakin tinggi bahkan 100 persen dan horeka tidak hanya memilah namun mengelola sampahnya.

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara sendiri menjelaskan selama ini horeka diambil sampahnya oleh swakelola sampah dengan volume hampir 200 ton per hari.

Dalam upaya menangani sampah, Pemkot Denpasar sudah mendorong dan menyediakan teba moderen serta kantung kompos bagi masyarakat.

Dengan 64 ribu kantung kompos, Denpasar mampu mengurangi 189 ton sampah organik dengan target bertambah terus hingga 400 ton, kemudian dengan 23 TPS3R menyelesaikan 100 ton, serta tiga TPST menyelesaikan 500 ton.

Maka dengan horeka ikut menyelesaikan sampah di hulu, jumlah sampah yang mesti ditangani akan banyak berkurang.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026