Mangupura (Antara Bali) - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Bali, membagikan sembako gratis di Kecamatan Petang dan Kuta Selatan, Kamis.
"Pembagian sembako ini dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Ulang Tahun ke-28 WHDI," kata Ketua Harian WHDI Badung Nyonya Dartini Sutama, di Badung.
Ia mengatakan, bakti sosial yang dilaksanakan ini merupakan agenda rutin WHDI Badung untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang kurang mampu di kabupaten Badung.
Acara bakti sosial yang dimulai dari Kecamatan Petang hingga ke Kuta Selatan itu juga dihadiri anggota WHDI Badung, ketua TP PKK Kabupaten Badung yang baru dilantik Nyonya Seni Asih Giri Prasta, Kristiani Suiasa, Ketua Gatriwara, Ayu Suarthini Parwata.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Badung Nyonya Kompyang R. Swandika, Camat Kuta Selatan Wayan Wirya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Kuta Selatan Nyonya Wayan Wirya beserta staf serta Dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.
"Kegiatan ini sebagai wujud keperdulian dengan sesama masyarakat Badung yang sangat membutuhkan bantuan ditengah kesulitan kehidupan akhir-akhir ini, yang juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan serta menjelang Perayaan Nyepi dimana harga kebutuhan hidup yang selalu naik," ujarnya.
Dengan bantuan sembako dan sedikit dana ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan hidup mereka. "Semoga apa yang menjadi tujuan bersama WHDI dapat memberikan seberkas kebahagian dan kecerahan bagi mereka yang lagi membutuhkan," ujarnya.
Ketua TP PKK Badung yang baru dilantik Nyonya Seni Asih Giri Prasta mengatakan, bantuan dana kepada masing-masih keluarga Gung Biyang Raid dan keluarga Made Rantung dari Banjar Adat Tengkulung Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan.
Kemudian, membagikan sembako untuk keluarga Ni Wayan Rongket dan Wayan Budayasa di Banjar Plasa Kuta.
"Dengan berbagi kebahagian dan memberikan sedikit dana kepada para keluarga tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membagi kebahagian kepada warga dan masyarakat di Kabupaten Badung," ujarya. (WDY)
