Sekretaris Daerah Pemkot Denpasar Anak Agung Rai Iswara di Denpasar, Selasa mengatakan tingginya laju urbanisasi menyebabkan permasalahan yang kompleks menyangkut permukiman kumuh serta menanggung beban berat terutama dalam memenuhi kebutuhan perumahan warga yang sebagian besar merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ia mengatakan cepatnya laju urbanisasi yang tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang, prasarana serta utilitas menyebabkan suatu kawasan permukiman mengalami melebih kapasitas menjadi kumuh.
Untuk mengatasi hal itu, kata dia, Pemerintah Kota Denpasar mengambil keputusan untuk melaksanakan penanganan perumahan dan permukiman kumuh melalui Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP).
Rai Iswara mengatakan pelaksanaan P2KKP merupakan upaya mewujudkan lingkungan permukiman di perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan serta sistem perencanaan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang bisa disinergikan dan diintegrasikan untuk memperkuat sistem perencanaan regular yang sudah ada menuju pembangunan yang efektif dan efisien.
"Melalui gerakan P2KKP 100-0-100 diharapkan bisa mencapai 100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga nol persen dan 100 persen akses sanitasi untuk masyarakat Indonesia khususnya, dan Kota Denpasar sampai pada akhir tahun 2019," katanya.
Rai Iswara lebih lanjut mengatakan melalui pelaksanaan lokakarya P2KKP ini diharapkan dapat bermanfaat dalam peningkatan kualitas permukiman secara komprehensif dan dapat menjadi gerakan di masyarakat dengan sumber daya yang dimilikinya.
"Kami mengharapkan kepada semua pihak, jadikanlah kegiatan lokakarya sosialisasi P2KKP ini sebagai jalan untuk mencari solusi terbaik terhadap pembangunan partisipatif yaitu pembangunan yang berpihak kepada rakyat untuk menuju masyarakat yang sejahtera dan pemerintahan yang baik (good governance)," ujarnya.
Ketua panitia lokakarya tersebut, Anak Agung Tuti Agustina mengatakan melalui lokakarya sosialisasi P2KKP ini para peserta tentu memiliki pengalaman, kapasitas dan komitmen yang dapat memberikan masukan dan merumuskan strategi pelaksanaan P2KKP dalam upaya mengatasi kekumuhan, kemiskinan dan pemukiman padat bisa terselesaikan.
"Kami berharap melalui peningkatan kapasitas Pemerintah dan masyarakat secara sinergis dibidang perumahan dan permukiman serta permasalahan penanganan perumahan dan permukiman kumuh akan lebih cepat ditangani," katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026