Singaraja (Antara Bali) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali akan membangun gedung baru di Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan pengawasan dan antisipasi penggunaan narkoba di daerah itu.

"Buleleng berada di peringkat ketiga setelah Denpasar dan Badung dalam tingkat pelaku pengguna narkoba, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Brigadir Jenderal Polisi Drs I Putu Gede Suastawa SH, Minggu.

Ia mengatakan, gedung kantor BNNK Buleleng direncanakan berdiri di atas lahan seluas 10 are bertujuan membantu kinerja BNNP Bali beserta Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Ia menambahkan, ide pembangunan gedung mendapat repson positif dan telah didukung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. "Pak Bupati Buleleng memberikan kami tanah seluas 10 are di areal dekat terminal Sangsit," imbuhnya.

Dikatakan, pihaknya berharap segera beroperasi sehingga BNNK itu dapat menambah kekuatan di Buleleng, selain Polres dan Polsek-polsek di Buleleng telah memiliki satuan narkoba," paparnya.

Selain itu, kata dia, rencana penuntasan pengerjaan bangunan gedung BNNK ditargetkan selesai 2017 mendatang. "Saat ini, BNNP Bali, fokus melakukan sosialisasi di desa-desa pakraman, dengan terjun menyusuri masyarakat beberapa balai banjar.

"Sekarang ada tim pembentukan BNNK di bawah pimpinan Wakil Bupati Buleleng, dan kini melakukan uji kelayakan sarana prasarana fasilitas penunjang gedung," imbuhnya.

Di sisi lain, tingkat penguna narkoba di berbagai daerah cukup variatif dimana belum dapat disebutkan angka perkembangan terkini keseluruhan, hanya saja Kota Denpasar disusul Badung dan Buleleng, menjadi daerah dengan tingkat pengguna narkoba paling banyak.

Ia memaparkan, diperkirakan berdasarkan penelitian data internal BNNP, kasus narkotika di Buleleng sekitar 2,22 persen, atau 10.112 orang dari jumlah kasus penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, ia menerangkan, antisipasi pengunaan narkoba wajib melibatkan tokoh masyarakat di pedesaan. "Tokoh-tokoh masyarakat baik perbekel dan bendesa di desa, ikut andil menjaga kondusifitas di desa. Mengajak generasi muda mengikuti aktivitas positif dan membangun," terangnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026