Gianyar, Bali (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar, Bali, menyeleksi puluhan pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) untuk menjadi duta antinarkoba.

Kepala BNN Gianyar Sudirman di Gianyar, Sabtu, mengatakan program tersebut bertujuan melahirkan pelajar yang mampu menjadi pelopor kampanye hidup sehat tanpa narkoba di kalangan generasi muda.

"Kami berharap lahir duta pelajar yang dapat mengkampanyekan pola hidup sehat tanpa narkoba," ujarnya.

Berdasarkan data BNN Gianyar, sebanyak 66 peserta mengikuti seleksi yang meliputi tes pengetahuan umum, tes kesehatan, dan wawancara.

Dari jumlah tersebut, peserta disaring menjadi 20 orang yang terdiri atas 10 laki-laki dan 10 perempuan, untuk selanjutnya dipilih sebagai duta antinarkoba.

Para duta terpilih akan bertugas mengampanyekan gaya hidup sehat dan bebas narkoba, khususnya di kalangan remaja.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Ketut Mudana mengatakan pemilihan duta pelajar bersih narkoba (bersinar) bukan sekadar ajang kompetisi.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi wadah strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Peran generasi muda menjadi sangat penting sebagai agen perubahan, agen kontrol sosial, sekaligus agen pembangunan,” ucapnya.

Selain itu, para duta diharapkan mampu mendorong edukasi, partisipasi aktif, serta pemberdayaan pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas narkoba.

Sebagai gambaran, hasil survei BNN menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional pada 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa, meningkat dibandingkan 2023 sebesar 1,73 persen atau sekitar 3,33 juta jiwa.

Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk edukasi kepada generasi muda yang dinilai rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026