Denpasar (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menyita ratusan rokok elektrik yang diduga mengandung sediaan narkotika jenis etomidate.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Provinsi Bali Kombes Pol. Tri Kuncoro di Denpasar, Senin, mengatakan ratusan rokok elektrik tersebut disita dari seorang laki-laki berinisial RW alias Kris di Jalan Kerta Dalam Desa Sidakarya Denpasar Selatan pada Sabtu (7/2).

"Tersangka mengaku barang bukti narkotika tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seseorang WNA yang dikenal dengan nama stone," kata Kuncoro.

Dia menjelaskan etomidate merupakan jenis narkotika golongan II yang digunakan di dunia medis untuk tindakan operasi.

Etomidate memberikan efek sedatif, hipnotik dan relaksasi dengan bekerja pada sistem syaraf pusat yang dapat menyebabkan kecanduan.

Kasus ini terbongkar dari hasil analisis intelijen BNN Provinsi Bali terkait informasi jaringan liquid etomidate yang beroperasi di wilayah Denpasar.

Atas informasi tersebut Tim Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Bali melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap RW.

Di hadapan para saksi masyarakat, petugas melakukan penggeledahan di rumah milik tersangka, awalnya ditemukan 72 pcs catridge yang didalamnya berisi cairan vape/rokok elektrik yang diduga mengandung etomidate.

Dari hasil interogasi dan pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku masih menyimpan narkotika liquid lainnya di sebuah rumah sewa yang terletak di seberang rumah milik tersangka.

Dari hasil penggeledahan dirumah tersebut ditemukan satu buah koper warna kuning yang didalamnya terdapat 600 pcs liquid etomidate.

Tersangka berusia 44 tahun itu mengaku barang bukti narkotika tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seseorang WNA.

BNN pun masih memburu WNA pemasok barang tersebut.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026