Kedua daerah itu mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali, demikian siaran pers Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang diterima Antara di Denpasar Rabu.
Dalam prakiraan selama November 2015, dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dalam musim pernghujan nanti.
Kabupaten Krangasem, Bali bagian timur yang memiliki daerah tandus paling luas di Pulau Dewata berpotensi paling banyak terjadi bencana banjir badang dan tanah longsor seperti di kawasan Kecamatan Kubu, Abang, Bebandem, Rendang dan daerah Selat.
Sementara di Kabupaten Buleleng yang memiliki potensi besar akan terjadi bencana banjir badang serupa jika terjadi hujan menengah-tinggi di Kecamatan Seririt, Busungbiu, Sukasada, Banjar, Sawan dan Tejakula.
Di Kabupaten Tabanan yang terkenal dengan daerah Lumbung beras di Bali juga memiliki potensi untuk banjir badang yakni di daerah wisata Kerambitan dan Penebel, sementara di Kabupaten Klungkung ada di daerah Dawan dan Kecamatan klungkung.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng Ketut Yasa dalam kesempatan terpisah menjelaskan, pihaknya mengintensifkan program mitigasi bencana alam menjelang musim penghujan pada awal Desember mendatang.
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana tertuang pada Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Beberapa program mitigasi pengulangan resiko bencana banjir yang sudah dilakukan seperti gotong royong membersihkan lingkungan sungai yang rentan mengakibatkan banjir baik skala kecil maupun besar.
Ia menambahkan, program gotong royong melibatkan pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat dilaksanakan secara rutin setiap seminggu sekali. "Kadang juga dilakukan secara periodik sesuai kebutuhan.
Program mitigasi penting dilakukan di kabupaten paling Utara Pulau Dewata itu melihat kuantitas dan kualitas bencana cukup tinggi di beberapa titik tersebar di beberapa kecamatan, ujarnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut SutikaEditor : I Made Andi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.