"Dalam perelatan pilkada serentak di Bali, organisasi masyarakat yang kami pimpin bersikap netral. Langkah ini dilakukan mengindari terjadinya gesekan di masyarakat," kata Ketua Harian Ormas PBB Made Mulyawan Arya di Denpasar, Senin.
Ia menyatakan bahwa sikap tegas ormas PBB untuk tidak terlibat dalam politik praktis itu, selain karena telah diatur dalam anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART), juga yang terpenting untuk menghindari perpecahan ditingkat bawah sesama anggota PBB.
"Secara organisasi, kami memastikan jika PBB tidak terlibat politik praktis pada pilkada mendatang. Dan kami mempersilahkan anggota untuk terlibat secara personal, namun tidak menggunakan atribut organisasi PBB. Karena itu semua hak pribadi mereka dalam berpolitik," ucap pria yang akrab disapa De Gadjah.
De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini mengaku sikap netral itu diambil, lantaran pihaknya khawatir akan terjadi bentrokan antar-anggota di lapangan jika ormas PBB tidak netral dalam pilkada.
"Anggota kami tersebar dari berbagai partai politik. Sehingga kami memilih netral, biar tidak terjadi bentrokan di lapangan," ujarnya.
Terkait posisi Partai Gerindra di Pilkada Denpasar, apakah mendukung calon petahana (incumbent) atau calon lain? De Gadjah menjawab dengan diplomatis jika saat ini dirinya fokus dengan serangkaian kegiatan menyambut HUT Ke-13 Ormas PBB.
"Maaf kali ini saya masih fokus menyambut kegiatan serangkaian Ulang Tahun Ormas PBB yang puncaknya kami gelar 1 Juni mendatang," katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Komang SupartaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.