"Sejak berdiri tahun 2002, ormas PBB kini terus berkembang menjadi ormas yang semakin besar dengan jumlah anggota ribuan orang di seluruh Bali. Oleh karena itu, kami terus berupaya menata organisasi PBB menjadi sebuah ormas yang lebih rapi secara struktural kepengurusan dan mempunyai legalitas secara hukum sebagai sebuah ormas," katanya di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan pihaknya ingin mewujudkan ormas PBB sebagai sebuah organisasi yang tidak lagi identik dengan hal-hal negatif seperti premanisme, kekerasan, dan hal-hal negatif atau buruk lainnya.
"Kami ingin PBB juga berperan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya di Bali, bisa bermanfaat bagi masyarakat Bali, termasuk ikut menjaga keamanan Bali agar tetap kondusif," kata Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, De Gadjah mengatakan pihaknya telah menyusun formatur kepengurusan ormas PBB untuk periode 2015-2020. Formatur kepengurusan Pusat DPP PBB yang baru ini berasal dari berbagai latar belakang seperti politisi, praktisi hukum, pengusaha, seniman, praktisi media, aktivis perempuan, hingga praktisi spiritual.
"Dengan adanya kolaborasi dari berbagai unsur ini, kami harapkan PBB bisa menjadi ormas yang bisa diterima seluruh masyarakat Bali, tidak lagi terkesan angker dan negatif seperti anggapan yang ada selama ini," ucap De Gadjah yang juga anggota DPRD Kota Denpasar itu.
Dikatakan formatur kepengurusan baru DPP PBB akan dikukuhkan saat acara HUT PBB bulan Juni mendatang. Sebelumnya akan dilakukan berbagai kegiatan sosial maupun olahraga, guna menyambut HUT PBB.
"Untuk menyambut HUT PPB Kami menggelar berbagai kegiatan sosial kepada masyarakat Bali," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.