Denpasar (Antara Bali) - Ketua "Indonesian Congress and Convention Association" (INCCA) Bali Ida Bagus Surakusuma mengatakan, Bali memiliki peluang menjadi tujuan wisata "meeting, incentive, confreensi, expedisi" (MICE).

"Bali memiliki sebuah keanekaragaman budaya dalam menunjang pelaksanaan MICE yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia maupun di dunia," katanya di Denpasar, Selasa.

Pada acara persiapan HUT ke-3 INCCA Bali ia mengatakan, keberhasilan menjadikan Bali sebagai tujuan yang utama kegiatan MICE masih perlu dukungan semua pihak, terutama pemerintah, masyarakat serta penyelenggara MICE itu sendiri.

"Potensi kegiatan MICE di Bali sangat memungkinkan karena dari segi fasilitas sangat mendukung. Namun demikian perlu kemasan yang lebih menarik lagi," kata Surakusuma didampingi Wakil INCCA Ketut Jaman dan pengurus lainnya.

Surakusuma yang lebih akrab dipanggil Gus Lolec mengatakan, INCCA Bali yang diresmikan padal 10 September 2007 lalu, bertujuan sebagai wadah bagi perusahaan-perusahaan yang menjalankan usaha jasa kongres dan konvensi serta usaha lainnya yang berhubungan langsung dengan usaha jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran di Bali.

Dikatakan, INCCA Bali mempunyai visi dan misi mewujudkan Bali sebagai daerah tujuan utama wisata dalam bidang pertemuan, perjalanan intensif, konvensi dan pameran yang berkualitas di Indonesia, baik berskala nasional dan  internasional.

Selain itu, INCCA memiliki tujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan usaha di bidang jasa pariwisata, khususnya jasa pengelolaan MICE.

"Selama tiga tahun perjalanan INCCA Bali, telah banyak melakukan kegiatan dalam usaha melakukan peningkatan maupun pelayanan jasa MICE," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah menggelar sejumlah kursus yang terkait dengan MICE sambil mempromosikan Bali sebagai daerah tujuan wisata konvensi, perjalanan intensif serta pameran.

Namun, untuk kesuksesan ini, kata dia, peran pemerintah sangat diperlukan. Terutama untuk mengeluarkan regulasi terkait dengan hajatan MICE yang biasanya dihadiri ribuan peserta dari berbagai negara.

"Salah satunya, yaitu pengenaan pajak minuman yang terlalu tinggi untuk para peserta MICE, biasanya bisa mengalihkan lokasi tujuan MICE," kata Gus Lolec.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026