Singaraja (Antara Bali) - Aparat Polres Buleleng, Kamis malam menangkap Luh Mas, warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, yang disebut sebagai "Ratu Togel" atau bandar judi toto gelap di wilayah utara Bali.
Kasat Reserse Kriminal Polres Buleleng AKP Dewa Made Adnyana menjelaskan, penangkapan berlangsung di rumah tersangka dan sudah dilakukan pemeriksaan singkat.
Kapolres Buleleng AKBP M Yudi Hartanto, katanya, sejak beberapa waktu lalu menetapkan Luh Mas sebagai target operasi, karena kiprahnya dalam perjudian togel disebut sebagi "ratu".
"Dalam satu hari, omset tersangka mencapai Rp200 juta dan dua kali libur dalam waktu satu minggu. Ada uang sejumlah Rp4,9 juta yang berhasil kami sita beserta sejumlah rekapan togel lainnya," ujar Yudi.
Menurutnya, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari seorang yang berinisial KY dan hasil penyelidikan anggota kepolisian terhadap kebenaran hal tersebut.
Dikatakan, Luh Mas sudah tercatat tiga kali mengalami penangkapan dengan kasus yang sama.
Menurut Yudi, ia belum lama keluar dari tahanan hingga akhirnya tertangkap kembali.
Terkait dengan seorang putra Luh Mas yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Kapolres Yudi mengaku tidak ada hubungan dengan jeratan pasal yang akan dikenakan terhadap tersangka.
Menurut Yudi, siapapun yang terlibat dalam jaringan "Ratu Togel" tersebut, tetap akan dikenakan sanksi hukum yang sesuai dengan perbuatannya.
Selain menyita uang tunai, kepolisian juga mengamankan sejumlah kalkulator serta tumpukan lembar rekapan yang baru saja disetorkan oleh jaringan tersangka.
"Ini bukan saja beroprasi di kawasan Buleleng, tapi jaringannya juga banyak terdapat di luar kawasan kabupaten ini. Kasusnya masih terus kami dalami sesuai tahapan penyelidikan lebih lanjut," paparnya.
Yudi mengatakan, pihaknya baru saja melakukan penangkapan dan selanjutnya akan melakukan pengembangan karena diduga masih banyak jaringan tersangka yang ada di kawasan Buleleng.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Dewa Adnyana mengatakan pada saat proses penangkapan sempat mendapat penghadangan dari sejumlah preman yang berjaga-jaga di rumah Luh Mas. (*)
