"Wisatawan banyak mengambil gambar di samping pohon natal yang terbuat dari botol bekas ini," kata Sales and Marketing Manager Grand Istana Rama Hotel, Bianca Rosetta di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat.
Menurut dia, ide membuat pohon natal dari botol bir bekas itu selain untuk menyemarakkan perayaan Hari Natal, juga sebagai bentuk kampanye cinta lingkungan untuk memanfaatkan barang bekas, mendaurulang dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Pembuatan pohon natal tersebut menghabiskan sedikitnya 350 botol bir bekas yang dikerjakan selama satu minggu oleh staf hotel setempat.
Pohon natal dengan tinggi sekitar tiga meter dan lebar satu meter itu nampak begitu mencolok karena dipajang di depan hotel yang terletak di depan Pantai Kuta, lokasi wisata pantai yang menjadi ikon wisata Bali.
Botol-botol bekas yang dirangkai berbentuk kerucut itu dihiasi lampu, pita dan hiasan khas Natal lain sehingga menggaet perhatian wisatawan yang kebetulan melintas di sepanjang Kuta.
"Pembuatan pohon natal dari botol bekas ini sangat mendukung kampanye `go green` yakni `reduce`, `reuse` dan `recycle`," imbuhnya.
Sejumlah hotel di kawasan Kuta juga melakukan hal serupa dengan cara-cara berbeda baik membuat pohon natal unik ataupun menghiasi beberapa sudut hotel, lobi hingga kamar tamu dengan pernik Hari Raya Natal. (WDY)
Pewarta: Oleh Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.