"Tiga siswa tersebut adalah Gusti Agung Bintang meraih juara I, Kadek Indah Purnama Sari meraih juara II dan Ni Komang Trikayani sebagai juara III," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Dewa Gede Alit Mudiarta, Senin.
Ia mengatakan, prestasi mereka tergolong gemilang karena bisa memborong juara I,II dan III sekaligus untuk Kabupaten Gianyar. Sementara di Kabupaten lain, juara pada umumnya diraih oleh sekolah yang berbeda.
Mereka menumpahkan keprihatinan di atas kertas tentang pergeseran kebudayaan di lingkungan sekitarnya. Gusti Agung Bintang misalnya, menulis tentang menurunnya pemakai Bahasa Bali di kalangan anak-anak baik dalam pergaulan di sekolah maupun di rumah.
Menurut Bintang, perlu peran orang tua untuk membiasakan menggunakan Bahasa Bali sejak usia dini. Selain itu, anak-anak hendaknya rajin membaca pelajaran Bahasa Daerah Bali.
Sementara Kadek Indah Purnama Sari menulis soal Nyepi, dimana banyak anak-anak ke luar rumah saat penyepian untuk bermain-main. "Perlu sosialisasi dan pembinaan dari orang tua dan desa adat betapa pentingnya makna penyepian," jelas Indah Purnama Sari.
Ni Komang Trikayani menulis tentang pentingnya belajar tarian Bali. Disamping untuk melestarikan Budaya Bali, juga untuk terhindar dari budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Bali.
Seperti diketahui lomba diprakarsai Kanaya Art Museum Foundation didukung Kedutaan Besar RI, Kementerian Luar Negeri Jepang, Pemerintah Kota Futtsu-Prefektur Chiba dan NHK Jepang.
Para pemenang lomba essai masing-masing tiga siswa dan satu orang guru dari masing-masing kabupaten di Bali diundang ke Jepang. Mereka juga diajak mengunjungi beberapa destinasi menarik di Kota Tokyo dan lereng pegunungan Fuji.
Dalam ajang tersebut mereka tidak sekedar hadir sebagai penulis cilik, namun juga menjadi duta budaya melalui suguhan tarian yang akan ditampilkan. (WDY)
Pewarta: Oleh Putu Arthayasa: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.