Denpasar (Antara Bali) - Situasi di seputaran Jalan Nangka Utara pada Senin sekitar pukul 13:00 Wita mencekam karena dua kelompok pemuda bentrok yang mengakibatkan satu orang mengalami luka tusuk di bagian perutnya.

Berdasarkan informasi, buntut penyerangan ini diduga merupakan aksi balas dendam karena seorang dari kelompok penyerang, Gede S (31) sebelumnya luka tusuk di bagian perut saat berada di salah satu Kafe di kawasan Jalan Gunung Soputan, Senin.

"Korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu," kata salah seorang warga di lokasi kejadian.

Sementara masih menurut keterangan warga tadi, kelompok yang diserang memang sering mangkal di seputaran Jalan Nangka itu.

Dikatakan, warga yang kebetulan ada di lokasi kaget karena sudah melihat pria berbadan kekar mengacungkan pedang dan langsung melakukan penyerangan.

"Orangnya kekar-kekar mas dan  naik sepeda motor langsung menyerang menggunakan pedang," ujarnya menjelaskan.

Terkait akan ada penyerangan tersebut, katanya, mungkin sudah diketahui kelompok yang diserang, sehingga kelompok preman yang diserang sudah melakukan persispan dengan menyiapkan senjata terlebih dahulu.

Akibatnya, kedua kelompok tersebut saling serang, dan salah seorang dari kelompok penyerang Ketut Nini (32) terkena luka tusuk dan membuatnya bersimbah darah bahkan dikatakan sempat pingsan.

"Tolong pak..tolong pak," kata seorang warga menirukan suara korban.

Hanya saja, kata warga itu, ketika dirinya berada dekat korban, justru ia sempat diacungkan pedang sembari berkata, "kamu siapa dan mau apa," katanya.

Karena takut, warga tersebut langsung lari sementara kedua kelompok preman itu berhamburan setelah beberapa petugas polisi bersenjata datang ke lokasi kejadian.

Sementara dua bersepeda motor dari kelompok tersebut diamankan di Polsek Denpasar Timur (Dentim), masing-masing Yamaha Jupiter DK 8385 CT dan Supra X 125 DK 8111 IK.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026