Amlapura (Antara Bali) - Lantaran jalan sedang dalam perbaikan, mengakibatkan jalan raya menuju Pura Besakih, Rendang, Karangasem, Bali timur mengalami kemacetan lalu lintas.
"Kemacetan lalu lintas terjadi sejak dua minggu lalu, saat banyak umat Hindu melaksanakan upacara sebagai salah satu rangkaian upacara Pitra Yadnya (Ngaben) ke Pura Besakih," kata salah aeorang tokoh pemuda Nongan, Rendang, Karangasem, I Komang Suparta didampingi Prebekel Nongan, I Nengah Partana, Senin.
Selain itu, banyak Umat Hindu yang melakukan persembahyangan, jalur jalan raya Rendang itu juga sering dilalui truk pengangkut pasir. Tak heran, kalau jalan raya itu mengalami kemacetan lalu-lintas.
"Sangat krodit kondisi lalu-lintas jalan menuju Pura Besakih, mulai dari Jalan Raya Desa Pesaban sampai Desa Rendang, Karangasem ," ucapnya.
Ia menambahkan, kemacetan ini terjadi lantaran pihak pemerintah tidak memasang rambu-rambu jalan sedang diperbaiki, sehingga kendaraan dengan seenaknya melaju.
"Jalan yang berfungsi cuman satu jalur, karena tak diisi rambu -rambu, kemacetan tak bisa dihindarkan," ucapnya.
Paling parah, jalan sepanjang 10 Km jalan raya Rendang menuju Pura Besakih sedang dalam perbaikan, dalam proses perbaikan ini, para pekerja membuat banyak lubang di jalanan, namun tak segera diperbaiki sehingga menimbulkan kecelakaan lalu-lintas.
"Banyak lubang berukuran tiga centimeter di jalan, akibatnya sudah terjadi lima kali kecelakaan, warga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan," ungkapnya.
Ia menambahkan, semestinya setiap lubang jalan yang berbahaya ini diberikan rambu-rambu juga, sehingga para pengguna jalan bisa lebih hati-hati.
"Kalau pada siang hari tak masalah, yang berbahaya kan malam hari, karena begitu pengendara tak melihat jalan berlubang," katanya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.