Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menindaklanjuti kesepakatan antara Komisi V DPR RI dengan pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata Bali.
“Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Perhubungan serta dengan dukungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memastikan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang diusulkan Pemprov Bali sesuai Keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI,” ucap Koster dalam siaran pers diterima di Denpasar, Rabu.
Gubernur Koster mendapat kepastian percepatan pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap mulai 2026, diawali dengan studi dan perencanaan serta dilanjutkan pembangunan fisik.
"Menteri PU menegaskan tahun 2026-2027 mulai dibangun jalan underpass Jimbaran Badung, lalu gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, jalan shorcut titik 11 dan 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung," ujarnya.
Untuk pembangunan infrastruktur jalan underpass Jimbaran Badung sendiri dilakukan guna mengurangi kemacetan wilayah Badung Selatan.
Kemudian, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur yang bertujuan mengurangi kemacetan jalur Singaraja-Batur-Besakih dan jalur Gianyar-Klungkung-Batur.
Terkait ketersediaan jaringan air bersih dan keberadaan subak, Kementerian PU akan membangun jaringan air minum dan irigasi dari Bendungan Telagawaja untuk masyarakat di kecamatan Kubu, Karangasem.
Selanjutnya saat menyambangi Kementerian Perhubungan, Pemprov Bali juga mendapat kepastian pada 2026-2027 mulai dibangun transportasi taksi laut yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Nusa Dua-Canggu Badung.
Kemudian pemerintah pusat akan membantu mengembangkan pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan logistik, penumpang, dan pariwisata di Buleleng.
“Kemenhub juga akan melakukan pengembangan Pelabuhan Padangbai menjadi pelabuhan logistik, penumpang, dan pariwisata, kemudian akan membangun pelabuhan logistik di wilayah Amed Karangasem, dan pembangunan pelabuhan Gunaksa Klungkung,” kata Koster.
Dalam pertemuan itu, Kemenhub menyetujui usulan Pemprov Bali untuk memisahkan transportasi logistik dan kendaraan penumpang.
Transporasi kendaraan logistik dari Ketapang nantinya akan langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, pelabuhan Amed, atau Gunaksa sesuai tujuan.
Sementara itu, Jalur Gilimanuk-Mengwi hanya diprioritaskan untuk kendaraan penumpang guna mengurangi jumlah kendaraan dan akhirnya bisa mengurangi kemacetan juga risiko terhadap kenyamanan dan keamanan.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.