Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali dengan menggelar persembahyangan di Pura Agung Besakih, Karangasem untuk memohon kelancaran pembangunan pada masa yang akan datang menyambut HUT ke-68.

“Jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon agar seluruh upaya pembangunan Bali senantiasa memperoleh restu dan tuntunan, serta dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan tertulis yang diterima di Denpasar, Kamis.

Koster mengatakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih sebagai pura terbesar di Bali merupakan bagian dari komitmen Pemprov Bali dalam menjaga keseimbangan pembangunan Bali secara sekala dan niskala (duniawi dan nonduniawi).

Menurut dia, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata, tetapi juga dilandasi nilai-nilai spiritual sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Momentum HUT ke-68 Provinsi Bali sekaligus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keharmonisan pembangunan Bali.

Ia berharap pembangunan tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

“Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual sebagai fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala,” ujarnya.

Dengan landasan tersebut, setiap proses pembangunan diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri, kesucian, serta keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Persembahyangan di Pura Agung Besakih sendiri berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Rangkaian persembahyangan dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan.

“Seluruh rangkaian Ngaturang Pekeling berlangsung dengan khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa berada dalam keadaan rahayu, aman, damai, dan harmonis,” ucap Gubernur Bali.

Melalui momentum HUT ke-68 Provinsi Bali ini, pemerintah daerah meneguhkan kembali semangat untuk melanjutkan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan sekala-niskala, sehingga kemajuan yang dicapai tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga kelestarian alam, budaya, dan kehidupan Bali secara berkelanjutan.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026