Pembunuhan tersebut berlangsung khusus di kawasan Desa Kerobokan di bawah komando Kepala Desa Kerobokan Wayan Katon Segara Abadi dan kordinator relawan Made Ngurah Fajar Kurniawan beserta beberapa anggota relawan lainnya.
"Eliminasi anjing dan kucing kami lakukan untuk mengantisipasi penyakit rabies yang sudah masuk ke desa kami," ungkap Katon kepada wartawan usai melakukan pembuhan ratusan anjing itu.
Dalam hitungan waktu dua bulan belakangan ini, sudah tiga orang warga Desa Kerobokan yang tergigit anjing dan disuntik VAR karena di khawatirkan terinfeksi penyakit rabies.
Menurut Katon, dugaan rabies yang sudah masuk ke desa itu berdasarkan kasus tewasnya seekor babi milik warga dikawasan banjar Kloncing sebulan lalu.
Setelah anjing yang menggigit babi dibunuh dan diperiksa otaknya, ternyata hewan peliharaan tersebut posisif terinfeksi rabies.
Menurut dia, dari ratusan anjing yang di bunuh, sebanyak 98 ekor ditembak vaksin pada anjing yang menjadi sasaran.
Vaksin yang digunakan, lanjutnya, merupakan vaksin yang didapat dari bantuan pemerintah yang diterimanya sejumlah 265 botol vaksin untuk membunuh anjing.
"Vaksin itu kami gunakan juga pada kucing," katanya.
Ia mengaku, kekhawatiran tersebut muncul setelah harga vaksin VAR untuk pengobatan rabies tiap minggu harganya naik.
Katon juga mengaku telah mengirim lima orang relawan asal desa timur kota Singaraja yang jadi pusat pemerintahan Kabupaten Buleleng, untuk mengikuti pelatihan penanggulangan rabies.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.