Abraham Samad Tidak Bisa Tolak Takdir

  • Senin, 17 Maret 2014 16:24 WIB
Abraham Samad Tidak Bisa Tolak Takdir
Ketua KPK, Abraham Samad (kanan), dan Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira, menjadi pembicara ketika diskusi peluncuran Program Pemilu Berintegritas 2014 di Gedung KPK, Jakarta. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/WDY/14)
Jakarta (Antara Bali) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, menegaskan dia tidak bisa menolak takdir, termasuk jika dia ditakdirkan menjadi calon wakil presiden mendatang.

"Jadi ketua KPK, jadi capres dan wapres adalah takdir Tuhan, sebagai manusia biasa, manusia tidak bisa mengatur dan menolak takdir," kata Abraham melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia masuk dalam bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, seperti disampaikan Koordinator Prabowo Media Center, Budi Karjodihardjo.

"Yang jelas dimanapun kita berada, agenda pemberantasan korupsi harus menjadi agenda yang utama dan terus harus dilakukan," kata Samad.

Hal ini sejalan dengan penilaian Prabowo yang menganggap dia figur yang tepat, karena pria asal Makassar itu terbukti memiliki kualitas dan kapabilitas dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Namun dia mengaku tidak berambisi menjadi orang nomor satu atau orang nomor dua di Indonesia.

"Yang jelas saya tidak berambisi menjadi capres atau wapres, biarlah takdir Tuhan yang menentukan," kata Samad. (WDY)


Pewarta: Pewarta: Desca Natalia
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026



Berita Terkait