Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah 08 BNI Denpasar Suhendry Hafni dengan Rektor Universitas Udayana Prof Dr I Made Bakta di Denpasar, Kamis.
Kakanwil 08 BNI Denpasar Suhendry Hafni mengatakan, usaha makro kecil menengah atau UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia memiliki peranan yang strategis dan penting bagi ekonomi nasional.
Ia mengatakan selama beberapa kali krisis, UMKM mampu membuktikan tetap bertahan. Namun sangat disayangkan UMKM sulit berkembang karena banyaknya persoalan dan keterbatasan yang mereka hadapi.
"Melalui pelatihan manajemen serta membangun jiwa wirausaha serta klinik pajak bagi UMKM, kita mengajak dan mendorong UMKM di Bali lebih maju," katanya.
Dikatakan, UMKM banyak yang belum mengerti membuat laporan keuangan serta mengajukan kredit perbankan, sehingga bank menilai mereka tidak bankable. UMKM pun memiliki keterbatasan akses untuk menembus perbankan.
"Sekitar 30-40 persen aplikasi kredit yang diajukan UMKM belum sesuai dengan standar yang ditetapkan perbankan," ujarnya.
Dia mengatakan BNI sebagai perusahan BUMN yang bergerak di bidang perbankan, berusaha untuk membantu persoalan yang dihadapi UMKM, termasuk membantu menciptakan para pengusaha UMKM yang taat pajak.
"Melalui program yang dikemas dalam bentuk pelatihan dan lokakarya atau "workshop" serta layanan konsultasi pajak yang akan diasuh oleh praktisi yang berkompeten dibidangnya," katanya.
Dekan Fakultas Ekonomi Unud Prof Dr I Wayan Ramantha yang juga konsultan BNI menyatakan optimismenya atas manfaat yang diperoleh oleh pengusaha UMKM setelah mengikuti kegiatan ini.
"Program pelatihan ini akan membantu UMKM untuk mengelola laporan keuangan sesuai standar akutansi keuangan. Kemampuan dalam mengisi SPT sesuai ketentuan perpajakan," katanya.
Dikatakan, program pelatihan dan "workshop" akan berlangsung sebanyak sembilan angkatan yaitu Agustus hingga Desember 2010. Tiap angkatan jumlah pesertanya 50 orang dari mahasiswa dan pelaku UMKM dan berlangsung selama 2 hari dengan durasi 6 jam per harinya.
Bagi pengusaha UMKM yang memerlukan konsultasi perpajakan dan kewirausahaan, kata dia, dapat berkonsultasi selama bulan Februari 2011 bertempat di FE Unud.
"Program klinik pajak ini merupakan program lokal dan pertama dilakukan di Indonesia," katanya.
Acara penandatangan kerja sama itu juga dihadiri Pembantu Rektor III Prof Ir I Gede Putu Wirawan mewakili Rektor Unud, Dekan FE Unud Prof Dr I Wayan Ramantha, Ketua KADIN Bali I Gde Sumarjaya Linggih serta Perwakilan Kanwil Pajak Bali.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.