Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjamin jika daerahnya diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah PON XX/2020, maka tidak akan menggerogoti APBN dan APBD karena menawarkan konsep "3 in 1".
"Dengan konsep ini akan sangat sedikit menggunakan uang rakyat. Konsep kami tidak akan menggerogoti APBN dan APBD karena kami kombinasikan olahraga dengan konsep pariwisata dan budaya," katanya saat memberikan pemaparan kepada tim penjaringan dan penyaringan tuan rumah PON XX/2020 dari KONI Pusat yang diketuai K Inugroho itu, di Denpasar, Jumat.
Ia mengemukakan, konsep "three in one/3 in 1" itu adalah sport (olahraga), tourism (pariwisata) dan culture (kebudayaan). Sekaligus konsep tersebut merupakan motto Bali jika berhasil menjadi tuan rumah PON. Ketiga hal itu dinilai tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali pada khususnya dan dalam kehidupan berbangsa pada umumnya.
"Olahraga selain wadah membangun kualitas SDM dan membentuk karakter bangsa juga bisa menjadi daya tarik wisata. Kedatangan insan olahraga ke Bali dalam PON mendatang selain untuk berkompetisi juga bewisata dan menikmati budaya Bali," ujarnya.
Menurut dia, lewat konsep itu berbagai hotel dan biro perjalanan di Bali harus menunjukkan perannnya, demikian juga dengan semua penerbangan yang ke Bali harus bisa membantu. "Saya yakin sekali, apalagi DPRD Bali juga sudah siap mendukung secara politis," kata Pastika.
Mantan Kapolda Bali itupun mencontohkan pelaksanaan KTT APEC pada awal Oktober 2013 di Bali juga tidak sepeserpun menggunakan APBD Bali karena adanya sinergitas berbagai komponen.
Di sisi lain, Pastika menjelaskan bahwa fasilitas transportasi dan akomodasi di Bali sudah lengkap berupa bandara internasional dan pelabuhan laut yang didukung oleh sarana transportasi yang memadai dari bus sarbagita, taksi beserta mobil-mobil dari biro perjalanan yang diyakini bisa memenuhi kebutuhan transportasi para atlet dan ofisial. Bali juga punya hotel berbintang satu hingga dan melati dengan kapasitas total 45.995 kamar.
"Jadi jika PON diselenggarakan di sini, tidak perlu membangun wisma atlet lagi dan harga kamar hotel akan diberi potongan hingga 50 persen," ujarnya.
Pastika pun memaparkan bahwa sarana olahraga sudah tersedia dan tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali. Dengan luas Pulau Dewata yang hanya 0,29 persen dari luas wilayah Indonesia, ia meyakinkan tim penjaringan bahwa gelanggang pertandingan mudah dijangkau melalui transportasi darat dan sarana yang sudah tersedia hanya perlu sedikit direhabilitas.
Demi menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah, Bali juga akan membangun lagi stadion utama bertaraf internasional berkapasitas 40.000 penonton di Cengkiling, Pecatu Graha, Badung yang rencananya akan digunakan sebagai tempat pembukaan dan penutupan PON serta untuk final cabang olahraga sepakbola. "Untuk merehab dan membangun stadion itu, APBD kami sudah siap," tegasnya.
Sampai saat ini, Bali merupakan salah satu dari enam nominasi tuan rumah PON XX/ 2020. Selain Bali ada beberapa provisi yang berkompetisi, yaitu Aceh, Papua, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. (LHS)
