Tabanan (Antara Bali) - Ratusan bendera milik 32 negara yang ambil bagian dalam pesta sepak bola Piala Dunia dipasang berderet di kiri kanan jalan pada sejumlah daerah di Pulau Dewata.
Bendera dengan aneka ukuran dan warna-warni itu tampak terpancang di hampir seluruh ruas jalan di daerah Sanur dan beberapa tempat lain di Denpasar, demikian ANTARA melaporkan dari Denpasar, Jumat.
Bendera yang dipasang secara swadaya terkait dengan penyelenggaraan Piala Dunia itu diketahui ada yang memiliki ukuran raksasa, yakni 20x15 meter.
Ditambah dengan aneka warna sesuai dengan corak bendera negara peserta Piala Dunia, telah menjadikan beberapa tempat di Denpasar dan beberapa daerah lain "bermandi" warna.
Wilayah yang semarak warna tersebut juga terlihat hingga ke sejumlah pelosok desa di Bali, antara lain di wilayah Banjar Tunjuk Selatan, Kabupaten Tabanan.
Berbeda dengan di Denpasar, di desa itu bendera yang dikategorikan kelas utama dipasang dalam ukuran yang seragam.
Sebanyak 64 bendera milik 32 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut dipasang berderet di kiri kanan jalan di wilayah Banjar Tunjuk Selatan.
Bendera dalam ukuran yang cukup besar dan berwarna-warni itu membuat wajah desa menjadi begitu semarak dan meriah.
Menurut warga setempat, sebanyak 32 negara yang tercatat ambil bagian dalam Piala Dunia masing-masing dibuatkan dua bendera, sehingga di kiri kanan jalan desa kini terpajang 64 bendera.
I Wayan Suartawan, penggagas pemasangan bendera peserta Piala Dunia di wilayah Banjar Tunjuk Selatan membenarkan pihaknya telah memajang bendera sebanyak itu.
"Itu hanya bendera utama saja, belum lagi yang kecil-kecil yang jumlahnya jauh lebih banyak," ucapnya.
Selain dipasang di pinggir jalan, bendera dengan berbagai ukuran dan warna itu juga terlihat berkibar di beberapa rumah dan areal pekarang milik warga di Tabanan.
Suartawan menyebutkan, pemasangan bendera oleh warga di daerahnya itu dilakukan sebagai wujud kecintaan mereka terhadap sepak bola.
"Ini lebih karena kecintaan kami terhadap sepak bola," kata Suartawan tanpa menampik bahwa aksesoris bendera itu juga untuk melengkapi desanya dalam mengikuti lomba kemeriahan piala dunia yang digelar salah satu televisi nasional.
"Sebuah stasiun TV nasional menggelar lomba kemeriahan warga dalam mengikuti Piala Dunia dan desa kami mencoba untuk ambil bagian," katanya.
Untuk lebih menjamin kemeriahan, kata dia, pihaknya juga akan menggelar nonton bareng lewat tayangan televisi selama pertandingan berlangsung.
Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan bendera sebanyak itu, dia menyebutkan sekitar Rp5 juta yang bersumber dari para dermawan dan warga setempat. (*)
