Denpasar (Antara Bali) - Kontribusi subsektor perkebunan terhadap nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Bali pada Desember 2013 meningkat 1,99 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Kondisi tersebut berkat naiknya indeks yang diterima petani sebesar 2,19 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks yang dibayar petani 0,21 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Amirudin, di Denpasar, Jumat.

Kenaikan indeks yang diterima petani didorong oleh naiknya harga komoditas kelapa sebesar 6,06 persen, kopi 3,33 persen serta kapas, tembakau, buah aren, nilam dan biji mete masing-masing 2,19 persen.

Sementara indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen sebagai akibat naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,21 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,03 persen.

Amirudin menambahkan bahwa subsektor perkebunan merupakan salah satu dari lima komponen pembentukan NTP Bali. Dari lima komponen itu tiga di antaranya mengalami kenaikan dan dua menunjukkan angka penurunan. (M038)


Pewarta: Oleh IK Sutika
: M. Irfan Ilmie

COPYRIGHT © ANTARA 2026