Tabanan (ANTARA) - Naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke objek wisata Jatiluwih di Tabanan, Bali. 

"Saat ini karena pengaruh nilai mata uang dollar yang naik hingga menyebabkan nilai tukar rupiah melemah hingga masuk ke level Rp18.000, berdampak pada kunjungan wisatawan asing ke DTW Jatiluwih hingga mengalami penurunan mencapai 15 persen, " kata Manajer Jatiluwih, Ketut Purna Selasa. 

Selain harga dollar naik hingga membuat rupiah anjlok, dampak perang yang terjadi di Timur Tengah juga menjadi salah satu kendala menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Jatiluwih.

Ketut Purna mengatakan, untuk mengembalikan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik yang datang ke DTW Jatiluwih, pihak manajemen akan melakukan inovasi dengan mengadakan event lari bertajuk Bali Tourism Run. 

"Bali Tourism Run tersebut akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026 mendatang. Adapun target jumlah peserta yang akan mengikuti lari mengapai 2.000 orang, " ujarnya. 

Menurut Ketut Purna, dari jumlah target pelari hingga mencapai 2.000 peserta, sampai hari ini yang sudah mendaptar tercatat 1.000 orang.

"Mudah-mudahan sbelum hari H jumlah kuota pelari tersebut bisa mencapai 2.000 orang, sesuai target, " imbuhnya. 

Dengan dua ribu pelari ini, pihaknya optimistis kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih bisa meningkat 100 persen.

Ketut Purna juga menjelaskan Bali Tourism Run 2026 selain memanjakan ribuan pelari dengan keindahan pemandangan di DTW,event ini juga akan menyuguhkan pagelaran panen raya dengan melibatkan petani setempat. 

"Bali Tourism Run, dirancang sebagai gerakan yang menghidupkan ekonomi lokal, memperkuat promosi pariwisata berkualitas sekaligus menjadi tonggak menuju perayaan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027 mendatang, " kata Ketut Purna.



Pewarta: Pande Yudha
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026