Kuta (Antara Bali) - Sebuah "rumah" untuk konservasi bahkan pengembangbiakan satwa penyu yang populasinya terus merosot, kini tengah dibangun di kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

"Rumah yang diberi nama 'Sea Turtle Conservation' itu masih dalam proses pembangunan, dan diharapkan rampung pada akhir bulan ini," kata Kepala Satgas Pengamanan Pantai Kuta, Gusti Ngurah Tresna, di Kuta, Jumat.

Ia menyebutkan, dengan dibangunnya "rumah" tersebut pada gilirannya diharapkan mampu menampung dan mengembangbiakkan satwa penyu yang di beberapa tempat populasinya dilaporkan terus berkurang.

"Penyu banyak ditangkap dan dibantai oleh warga, sehingga dipandang perlu untuk dilakukan upaya konservasi guna menghindari kepunahan," ucapnya.

Selain untuk menghindari kepunahan, keberadaan penyu di Pantai Kuta selama ini juga telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Tidak sedikit wisatawan mancanegara yang sengaja datang ke Kuta hanya untuk melihat penyu menepi dan bertelur di pinggir pantai berpasir putih itu.

"Sekarang dengan dibangunnya 'Sea Turtle Conservation', tentu tidak hanya penyu bertelur yang bisa disaksikan turis, melainkan juga telur bahwa yang telah menetas menjadi tukik," ucapnya.

Dikatakan, dalam "rumah" penyu nantinya akan dilakukan upaya penyimpanan dan penetasan telur penyu yang selama ini banyak berserakan di garis pantai.

"Maklum yang namanya pantai idaman wisatawan, tentu tidak mudah dalam melakukan pengawasan agar telur-telur penyu tersebut tidak terinjak-injak oleh pengunjung yang jumlahnya ribuan di garis pantai," katanya.

Dengan adanya "rumah" penyu, telur yang berserakan tersebut akan diamankan kemudian ditaruh untuk ditetaskan menjadi tukik. "Setelah itu, tukik yang sudah cukup umur akan kembali dilepas ke laut," katanya.

"Rumah" yang bentuknya dirancang menyerupai tubuh binatang purba itu memiliki ukuran panjang sembilan meter, lebar tujuh meter dan tinggi sekitar tiga meter.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026