Denpasar (Antara Bali) - Sebanyak 774 siswa sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah atau SMP/MTs di Bali tidak lulus ujian nasional.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali Drs I Wayan Suasta kepada wartawan di Denpasar, Kamis mengatakan, pengumuman kelulusan ujian nasional (UN) SMP/MTs akan diumumkan secara serentak pada Jumat (7/5).

Ia mengatakan, siswa jenjang pendidikan SMP/MTs yang mengikuti UN tahun ajaran 2009/2010 tercatat sebanyak 55.181 orang. Sedangkan yang lulus sebanyak 54.407 orang atau 98,60 persen.

"Tahun ini siswa SMP yang paling banyak tidak lulus berada di Kabupaten Buleleng, yaitu 346  dari jumlah peserta 9.098  orang. Disusul Kota Denpasar sebanyak 223 dari peserta 10.240 siswa," katanya.

Sedangkan Kabupaten Karangasem yang tidak lulus sebanyak 50 orang, disusul Badung 49 orang, Gianyar 32 , Bangli 27, Tabanan 24, Klungkung 14 dan Kabupaten Jembrana sembilan siswa.

Suasta mengatakan, siswa yang tidak lulus UN diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 Mei 2010.

"Kami berharap siswa yang tak lulus tidak berkecil hati, karena ada kesempatan untuk bisa lulus pada ujian ulang tersebut. Untuk itu kami berharap kepada siswa untuk tetap mempersiapkan diri menghadapi ujian ulang SMP/MTs mendatang," ucapnya.

Dikatakan, penyebab ketidaklulusan siswa itu sebagian besar jeblok pada mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Suasta menyebutkan, nilai tertinggi 39,80 pada UN SMP diraih oleh Ni Made Yuli Lestari dari SMPN 1 Gianyar dan Ni Kadek Indra Puspayanti, SMPN 1 Abiansemal, Kabupaten Badung.   

Untuk peringkat dua diduduki tiga orang, masing-masing Nyoman Ledy Trisna Paramartha (SMPN 1 Denpasar), Made Ayu Mutiara Dewi (SMPN 1 Kuta Utara) dan Kadek Ria Citra Dewi (SMPN 1 Denpasar) dengan nilai 39,60. Di peringkat tiga ditempati Gusti Agung Indah Pradnyani (SMPN 1 Denpasar) dengan nilai 39,55.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026