Bandung (Antara Bali) - Komitmen Pemprov Jawa Barat dengan "China National Machinery Import and Export Corporation:CMC" untuk pembuatan rencana induk sistem transportasi massal "Mass Rapid Transit: MRT" terintegrasi jangka panjang akan ditegaskan APEC.

"Ya nanti akan ada penegasan kembali tandatangan MoU antara pemprov dan China di forum 'Asia Pasific Economic Corporation:APEC" di Bali, 1-7 Oktober 2013 APEC, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Kota Bandung.

Pihaknya yakin pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya tersebut akan menyelesaikan sejumlah persoalan dalam bidang transportasi, terutama kemacetan lalu lintasnya.

Penandatanganan MoU di forum APEC itu, kata Heryawan, menjadi bukti keseriusan Pemprov Jawa Barat dalam mewujudkan monorel, terlebih proyek ini telah mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat.

Ia tidak mengetahui persis berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan monorel itu karena pola pembangunannya menggunakan "public private partnership:PPP" agar monorel dapat cepat terealisasi.

Menurut dia, rencananya, tidak akan ada dana APBD yang disertakan dalam proyek pembangunan monorel dan Pemprov Jawa Barat hanya akan berperan dalam penentuan tarif monorel.

"Sehingga nantinya itu akan ada subsidi untuk tarif, itu saja kalau peran pemerintah," katanya.  (WRA)


Pewarta: Oleh Ajat Sudrajat
Editor : I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026